Pendekatan pakan untuk ayam ras pedaging terkini tidak hanya ditentukan oleh protein kasar melainkan asam amino tercerna
POULTRYINDONESIA, Bandung – Pendekatan untuk memenuhi kebutuhan protein dalam formulasi pakan unggas,pada mulanya berdasarkan Protein Kasar (PK). Seringkali, kandungan PK dalam formulasi pakan sebagai acuan baik dan buruknya formulasi pakan. Namun, dalam perkembangannya ternyata kandungan PK bukanlah penentu, yang menentukan ternyata asam amino total dalam ransum pakan. Hal tersebut diungkapkan oleh Muhammad Adyataruna Salam, Team RnD Farmsco Feed Indonesia, pada Sabtu ( 4/12).
Ia menceritakan,dalam sebuah penelitian dilakukan pengurangan kandungan PK sebesar 16,2% pada fase starter sampai finisher pada ayam broiler. Hasilnya, ternyata tidak memberi dampak negatif terhadap performa ayam broiler.
“Unggas tidak hanya membutuhkan protein kasar saja,unggas membutuhkan asam amino esensial dengan jumlah spesifik, disertai dengan jumlah keseimbangan nitrogen yang cukup untuk mensintesis asam amino non esensial,” tegasnya dalam sebuah seminar secara online via Zoom Meeting yang diadakan oleh Kelompok Profesi Ternak Unggas (KPTU) Fakultas Peternakan (Fapet),Universitas Padjajaran, Bandung.
dengan tajuk ‘Company Visit: Peningkatan Mutu Pakan dalam Menciptakan Unggas Yang Berkualitas’.
Baca Juga : Bahan Pakan Lokal Alternatif di Tengah Gejolak Harga Pakan Unggas
Oleh karena itu, pendekatan low protein diet, menjadi salah satu pilihan, dimana pendekatan ini merupakan suatu proses desain formulasi pakan yang menitikberatkan pada kebutuhan asam amino pada unggas. Proses tersebut mengeliminasi kebutuhan protein kasar, dengan tujuan perbaikan pada performa, hingga kemudian nanti bisa menunjang perbaikan pada harga formula secara keseluruhan.
“Akhir – akhir ini,pendekatan pada asam amino total saja tidak cukup, dan lebih pada pendekatan asam amino tercerna atau ileal digestible, yang masih membutuhkan waktu dan penelitian lebih lanjut,” ungkapnya.
Disisi lain ia menceritakan bahwa tidak selamanya serat menjadi momok dalam formulasi pakan unggas. Namun,serat yang tepat justru akan memberi dampak positif pada performa unggas seperti menjaga kualitas litter, perbaikan pada status kesehatan pencernaan ayam, stimulasi pada organ pencernaan ayam dan penurunan kanibalisme.
“Hal yang tak kalah penting dengan adanya serat yang tepat ini, akan peningkatan performa ayam yang disebabkan oleh gizzard retention time, yang berakibat pada efektivitas enzim,” pungkasnya.