Pengetukan palu sebagai penanda penutupan WBA Batch 3
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk (CPI) sukses menyelenggarakan Work Based Academy (WBA) Batch 3 yang merupakan program kerja sama antara Fakultas Peternakan UGM dengan PT. Charoen Pokphand Indonesia. Program yang dilaksanakan selama 6 bulan ini dilakukan guna mengasah dan meningkatkan keterampilan para Sarjana Peternakan di dunia kerja melalui program magang atau internship di peternakan maupun perusahaan.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN. Eng. selaku Project Initiator dari WBA menyampaikan optimismenya mengenai program yang merupakan sebuah prototype yang digagas bersama dengan CPI dan memasuki batch ke-3 ini. “Saya memiliki optimisme sendiri para peserta yang telah mengikuti program ini banyak pengalaman dan banyak pelajaran, baik teori maupun praktek,” ungkapnya.
Baca juga : PT CPI dan UNPAD melakukan Penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama Pembangunan Kandang Closed House dan Pengembangan Enterpreneurship Training Center (ETC)
Ali juga meyakini dengan model pembelajaran seperti evaluasi bersama, diskusi bersama dengan para mentor, dan terjun langsung di kandang closed house di berbagai tempat, banyak sekali hal teknis dan non-teknis, bahkan ekonomis dan strategi bisnis yang ditemukan oleh para peserta. Ali berharap program ini bisa terus dilanjutkan dan bisa menjadi salah satu milestone peran bersama untuk menyiapkan kualitas SDM di industri perunggasan.
“Kami sangat berbahagia dan bergembira, semoga kerja sama ini dapat diteruskan untuk menyiapkan generasi yang akan datang untuk siap bertarung dan berkompetisi di dunia yang semakin kompetitif untuk memajukan industri perunggasan. Semoga bisa kita kembangkan menjadi program yang lebih terstruktur melalui program profesi insinyur peternakan,” terangnya.
Ir. M. Syafri Afriansyah, M.BA selaku General Manager Human Capital PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk menyampaikan laporannya terkait dengan penyelenggaraan program WBA Batch ke-3. Program WBA 3 yang dibuka pada 25 Juli 2021 diikuti oleh 25 sarjana peternakan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Diawali dengan masa orientasi selama 2 minggu dan diisi dengan pembelajaran, baik secara online berjadwal mandiri (Asynchronous) maupun  sesi perkuliahan online berjadwal yang dilakukan secara bersamaan (Synchronous).
“WBA Batch 3 ini terasa sangat istimewa karena pertama kalinya diikuti oleh dua orang peserta wanita. Selama program, keduanya membuktikan bahwa peserta perempuan tidak kalah dengan rekan laki-lakinya. Mereka terjun ke dalam kandang, berpindah dari satu kandang ke kandang lainnya untuk membantu performans peternak mitra,” tuturnya.
 Menurut Syafri, berbagai hal yang tidak dapat secara optimal dilakukan oleh rekan laki-laki, tertutupi dengan kemampuan lain yang dimiliki oleh rekan perempuan, seperti kemampuan analisis, ketelitian, serta komunikasi yang baik dengan pekerja kandang. Kedua Skrikandi ini menujukkan bahwa sarjana peternakan perempuan juga mampu untuk bekerja di bidang peternakan.
Syafri juga Menyampaikan apresiasinya kepada seluruh rekan di UGM yang senantiasa berinovasi dan menciptakan program yang berdampak lebih luas. Syafri berharap apa yang sudah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan peternakan, peningkatan kemampuan budi daya peternak, dan perkembangan industri perunggasan Nasional sehingga dapat bersaing di kancah global.
Dr. Muhsin Al Anas, S.Pt. selaku dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada mengatakan bahwa kemampuan yang saat ini dibutuhkan adalah kemampuan penyelesaian masalah atau problem solving. Muhsin juga menyampaikan harapannya untuk pengadaan program lanjutan agar para lulusan peternakan memiliki gambaran lebih baik lagi mengenai industri perunggasan. Selain itu, Muhsin juga mengatakan bahwa saat ini tidak ada lagi batasan model pembelajaran, sehingga diharapkan semuanya bisa dilakukan melalui Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) agar mahasisawa dari ujung Barat hingga ujung Timur Indonesia dapat mengambil kurikulum mengenai closed house.
Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi mini project yang dilakukan oleh peserta WBA Batch 3, yaitu Siska Mardiana dengan judul “Menekan Angka Kematian pada Fase Brooding Melalui Lighting Program” dan Muhammad Ghufran dengan judul “Penggunaan Tunnel Door Sederhana di Kandang Semi Closed House untuk Menekan Penyakit CRD”.
Prof. Budi Guntoro selaku Dekan Fakultas Peternakan UGM menyampaikan apreasiasinya kepada PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk yang telah memfasilitasi materi dan upaya yang diberikan kepada para peserta WBA. “Kerjasama antara UGM dan CPI ini tidak hanya untuk lulusan UGM saja, tetapi juga seluruh sarjana peternakan di Indonesia karena sudah menjadi tanggung jawab UGM untuk menyediakan SDM berkualitas di Indonesia,” ujarnya.
Budi melihat antusiasme para peserta yang begitu tinggi terhadap program WBA serta outcome dari program ini yang sangat signifikan, dimana para peserta mendapatkan pengetahuan dan skill di bidang industri, network, dan peningkatan kepercayaan diri, sehingga memperkuat karakter sebagai sarjana peternakan.
“Karena anemo yang sangat positif dan output dari program ini sangat bagus sekali, maka kami sangat merekomendasikan kegiatan ini untuk dilanjutkan dalam rangka menyiapkan SDM peternakan Indonesia,” tutupnya.
Baca juga : Menengok Kembali Penyakit AI
Presiden Direktur PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Tjiu Thomas Effendy juga turut menyampaikan apreasiasinya kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya Work Based Academy (WBA) Batch 3. Selain itu, Thomas juga mengapresiasi para peserta yang mengikuti rangkaian program dari awal hingga akhir serta para panitia yang telah bekerja sama mempersiapkan program ini muali dari proses seleksi, belajar, magang, hingga penutupan dengan sangat rapi dan time management yang baik.
“Selama 6 bulan, adik-adik peserta WBA berada di lingkungan Charoen Pokphand, sehingga sebetulnya otomatis mengetahui sedikit banyak mengenai perusahaan ini. Selama 6 bulan para peserta belajar dan bekerja dengan keuntungan diberikan uang saku dan tawaran pekerjaan di depan mata. Setelah mengikuti program WBA dan peserta memilih untuk bekerja di CPI, maka artinya pilihan itu bukan pilihan asal-asal,” jelasnya.
Thomas berkomitmen untuk terus melanjutkan program ini karena Work Based Academy (WBA) merupakan salah satu program yang hasilnya nyata. kemudian Mengenai program yang dilaksanakan oleh PT CPI, Thomas menjelaskan bahwa WBA diperuntukkan bagi para alumni lulusan sarjana peternak.
“Untuk mahasiswa di bangku kuliah, kami memiliki program magang dan Charoen Pokphand Best Student Award (CPBSA). Kami juga bekerja sama dengan empat perguruan tinggi di Indonesia untuk program magang yang lebih intensif lagi dan sylabusnya sudah tersusun, yaitu Entrepreneurship Teaching Centre (ETC),” tuturnya.
Acara ini kemudian ditutup dengan pengetukkan palu di meja sebanyak 3 kali untuk meresmikan selesainya pelaksanaan Work Based Academy (WBA) Batch 3 yang dilakukan oleh Tjiu Thomas Effendy selaku Presiden Direktur PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk dan Prof. Budi Guntoro selaku Dekan Fakultas Peternakan UGM.