Daging ayam terbukti dalam sebuah riset mampu menurunkan tingkat stress
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Sebuah publikasi yang diterbitkan oleh the Civil Service Employee Assistance Service (CSEAS) di Irlandia menyebutkan bahwa stres merupakan sebuah respon psikologis dan fisiologis ketika tubuh seseorang menerima ancaman bahaya atau tantangan hidup yang dirasa sulit untuk ditangani atau diselesaikan.

Stres tidak selamanya berdampak buruk bagi seseorang. Stres juga tidak bisa dihindarkan oleh seseorang namun dapat menjadi bahan pembelajaran bagi seseorang untuk menghadapi dan mengatasi masalah yang ada secara bijaksana dan efektif.

Stres dapat dibedakan menjadi stres yang terjadi dalam jangka waktu yang pendek serta stres yang dapat terjadi dalam periode waktu yang lama. Beberapa bentuk stres yang dapat dialami seseorang, yakni stres yang behubungan dengan kegiatan rutin seperti bekerja, sekolah, keluarga; stres akibat perubahan hidup secara tiba-tiba seperti kehilangan pekerjaan, perceraian atau sakit; serta stres traumatik seperti bencana alam yang dapat membuat seseorang harus mampu bertahan hidup dalam kondisi bahaya atau tidak nyaman.
Daging ayam untuk penanggulangan stres
Publikasi dari Canadian Journal of Psychiatrics Journal pada tahun 2004 menyatakan bahwa mood yang rendah menjadi faktor utama munculnya masalah seperti depresi. Berbagai studi klinis menyebutkan bahwa mood yang cukup buruk ini disebabkan oleh pembentukan serotonin yang rendah dalam tubuh. Serotonin diketahui sebagai neurotransmitter yang mendukung pengaturan aktifitas saraf. Serotonin berperan sebagai pemicu rasa bahagia pada seseorang. Kadar serotonin yang rendah mampu membuat seseorang merasakan berbagai masalah mental termasuk stres.
Baca Juga : Penanganan Daging Ayam Dalam Industri Katering
Pembentukan serotonin diawali dengan hidroksilasi asam amino L-tryptophan. Critical Reviews in Food Science and Nutrition Journal dalam publikasinya pada tahun 2017 menyatakan bahwa tryptophan merupakan salah satu asam amino yang bersifat esensial yang berarti tubuh manusia membutuhkan asam amino ini, namun tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri. Oleh karena itu, asam amino ini penting dipenuhi melalui diet kita sehari-hari.
Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa daging ayam (tanpa kulit dan tulang) menjadi salah satu bahan makanan yang mengandung tryptophan cukup besar dalam setiap 100 gram nya. Dinyatakan bahwa terdapat 400 mg tryptophan dalam setiap 100 gram daging ayam (tanpa kulit dan tanpa tulang). Namun, penting diketahui bahwa konsumsi pangan tinggi protein saja agar memiliki kadar serotonin yang tinggi dalam otak bukanlah pilihan yang tepat. Konsumsi protein hewani tersebut harus pula diimbangi dengan sumber makanan yang lain.
Hal tersebut dapat dijelaskan bahwa, ketika seseorang mengonsumsi pangan tinggi protein saja, maka akan terdapat banyak asam amino di dalam peredaran darah. Hal ini akan menimbulkan adanya kompetisi antar asam amino. Kompetisi antar asam amino inilah yang dapat mengakibatkan tryptophan tidak mampu melewati blood-brain barrier. Hasilnya, tryptophan tidak dapat masuk ke bagian otak untuk menjadi prekursor pembentukannya, sehingga serotonin tidak dapat terbentuk. (PI)