POULTRYINDONESIA, Jakarta – Industri perunggasan Tanah Air mengalami perkembangan yang signifikan. Kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam yang terus bertambah seiring dengan peningkatan jumlah penduduk Indonesia, membuat para pelaku industri ini berusaha menggenjot produktivitasnya dengan menggunakan sistem perkandangan yang lebih modern. Kandang sistem closed house digadang-gadang menjadi sistem kandang terbaik saat ini dalam meningkatkan produktivitas budi daya peternakan ayam.

Daya saing dan efisiensi menjadi kata kunci di tengah persaingan kompetisi usaha yang semakin kompetitif. Gerakan modernisasi perkandangan diharapkan dapat menjadi salah satu cara dalam menghadapi tantangan pasar global.

Berdasarkan data yang ada, rata-rata peternak yang menggunakan kandang closed house maupun yang telah memodifikasi kandangnya ke semi closed house, memiliki hasil panen yang lebih bagus ketimbang peternak yang menggunakan opened house. Namun kenyataan tersebut seringkali hanya menjadi isapan jempol belaka bagi para peternak yang memiliki keterbatasan modal. Biaya yang mahal untuk membuat kandang closed house menjadi kendala yang sampai saat ini cukup sulit dipecahkan.
Bertempat di IPB International Convention Center, Bogor, Selasa (25/9), Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) mengadakan seminar bertajuk “Gerakan Modernisasi Perkandangan Menghadapi Tantangan Global.” Melalui ketua panitia seminar, Anas Sudjatmiko, dalam sambutannya mengatakan bahwa tuntutan perbaikan dan efisiensi produksi menjadi salah syarat untuk keberlangsungan usaha yang semakin kompetitif, apalagi dalam era milenial yang langsung berhadapan dengan kompetisi global. “Paradagima budi daya dengan kandang opened house harus kita benahi, tentu harapan kita semua para peternak bisa menggunakan perkadangan yang lebih baik seperti menggunakan kandang sistem closed house,” ujar Anas.
Baca Juga : Cara Mewujudkan Mekanisasi Melalui Pendanaan Perbankan
Dalam menghadapi tantangan usaha yang semakin berat, Anas berharap hasil dari seminar tersebut dapat memberikan solusi dalam hal berbudidaya. “Seminar hari ini menghadirkan perbankan dan perusahaan yang bergerak dalam usaha pembuatan kandang, kami berharap akan ada solusi seperti saing dalam menghadapi tantangan global,” terangnya. Tak berbeda dengan Anas, Herry Dermawan selaku Ketua Umum GOPAN, berharap dengan diadakannya seminar modernisasi kandang, akan ada semangat baru bagi para peternak untuk beralih ke kandang modern (closed house) atau paling tidak berusaha memodifikasi kandangnya yang masih tradisional menjadi lebih baik.
Selain itu, adanya narasumber dari perbankan diharapkan juga dapat memberi gambaran seputar permodalan sehingga membantu peternak untuk bisa mendapatkan modal usaha untuk memperbaiki kandangnya. “Pada prinsipnya gerakan modernisasi perkandangan itu tidak selalu harus merobohkan kandang yang lama kemudian diganti kandang baru yang bersistem closed house, namun paling tidak kita sebagai peternak berupaya untuk memodifikasi kandang untuk bisa memenuhi keinginan ayam yang kita pelihara,” jelas Herry.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Oktober 2018 di halaman 52 dengan judul “Gopan Ajak Peternak Modernisasi Kandang”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153