Kemendag menggelar rakor dengan asosiasi perunggasan dan peternak petelur (Foto : Kementerian Perdagangan)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Menanggapi harga telur dan daging yang terus menurun di tingkat peternak, Kementerian Perdagangan adakan rapat dengan seluruh stakeholder perunggasan di Kantor Kementerian Perdagangan Jl M.I Ridwan Rais no.5 Jakarta Pusat (26/9).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dengan didampingi pihak kementerian dan lembaga yang terkait dengan rantai tata niaga perunggasan. “Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap para pelaku usaha, jadi tidak hanya ketika harga tinggi kami adakan rapat, harga jatuh juga akan kami perhatikan,” ujar Enggar.
Baca Juga : Mengulas Perjalanan Harga Livebird dan Telur Ayam
Dalam rapat tersebut, dihadiri juga beberapa Kementerian dan Lembaga yang terkait yaitu di antaranya Kasatgas Pangan Setyo Wasisto, Perwakilan Kemenko Perekonomian Jafi Alzagladi. Sedangkan dari pihak Kementerian Perdagangan dalam kesempatan tersebut turut hadir Sekretaris Jenderal Karyanto Suprih, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggriono Sutiarto, serta Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga Eva Yuliana. Rapat tersebut juga dihadiri oleh stakeholder dari industri pakan ternak, juga peternak layer maupun broiler.
Berdasarkan pernyataan dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, turunnya harga ayam dan telur di tingkat peternak, membuat pihak Kementerian Perdagangan mengambil tindakan dengan merubah Permendag yang sebelumnya mengatur harga batas bawah dan batas atas komoditas livebird dan telur di tingkat peternak “Kami akan merevisi harga batas bawah telur dan livebird itu 18.000 dan batas atas di harga 20.000, Revisi tersebut berlaku per 1 Oktober 2018,” ujar Enggar.
Harga acuan tersebut merupakan landasan bagi Asosiasi Pengusaha Ritel untuk menyerap telur dari para peternak. “Kami ubah Permendag tersebut supaya Aprindo bisa menyerap dari para peternak dan tidak boleh berada dibawah harga acuan farmgate,” jelas Enggar. Domi