Berkecimpung di dunia perunggasan selama 5,5 tahun, membuat perempuan yang akrab dipanggil Adhys ini awalnya tidak memiliki ekspektasi tinggi mengenai dunia peternakan karena dirinya berasal dari latar belakang komunikasi. “Ternyata ada industri sebesar dan semenarik ini, saya yang orang awam tiba-tiba masuk ke industri yang besar dan kompleks juga banyak tantangannya, namun di satu sisi saya melihat ada poin-poin yang bisa saya kembangkan di industri ini,” ucap Adhys kepada Poultry Indonesia di Bogor, Rabu (13/11).
Dengan kemajuan teknologi, ia berusaha untuk memulai menerapkan pemasaran digital melalui sosial media dan meningkatkan cara untuk membuat kegiatan yang lebih menarik, salah satunya dengan meningkatkan hobi fotografinya. “Industri ini luas, besar, menarik, tetapi masih banyak hal yang harus diperbaiki dari segi pemasarannya,” imbuhnya.
Baca Juga : Membentuk SDM Perunggasan Tangguh
Adhysta yang juga bergerak dalam bidang Corporate Social Responsibility (CSR), saat ini sedang fokus pada isu stunting pada masyarakat Indonesia. Adhys mengatakan bahwa komunikasi menjadi salah satu hal yang perlu dikembangkan dalam dunia perunggasan, terutama cara mengomunikasikan kepada intergrator maupun peternak. “Kita harus bisa menjangkau masyarakat sebagai konsumen tentang perusahaan, salah satunya melalui CSR,” tutupnya. Esti
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2020 dengan judul “Pentingnya Komunikasi dalam Bidang Perunggasan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153










