POULTRYINDONESIA, Jakarta – Penyiapan sumber daya manusia (SDM) di bidang perunggasan yang cerdas, mumpuni, terampil dan berwawasan jauh ke depan sudah harus disiapkan sejak dari sekarang karena tantangan global yang senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Saat ini, tuntutan produk hasil peternakan adalah produk yang bebas antibiotik, bebas cemaran kimia dan mikrobia patogen, dan bebas hormon. Tuntutan itu secara global makin berkembang lebih luas sehingga menuntut produk peternakan yang bebas GMO, bebas salmonella, bebas campylobacter, dan bahkan akhir akhir ini semakin meningkat tuntutan akan produk hasil ternak yang dihasilkan dari budidaya bebas sangkar (cage free atau free range) seiring dengan gerakan masif yang mempromosikan kesejahteraan hewan.
Indonesia yang merupakan negara ke-4 terbesar di dunia dalam hal kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia, harus bersiap diri dari segala lini agar dapat menjadi pemain dunia yang diperhitungkan dalam era global ini. Terlebih lagi, negara yang paling kompetitif di dunia ini adalah yang memiliki tiga hal utama, yakni sumber daya alam yang melimpah, kualitas sumber daya manusia yang terampil dan produktif, serta penguasaan teknologi yang mudah, murah dan baik. Dalam hal teknologi, yang sangat mendesak saat ini adalah teknologi yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat banyak. Untuk itu sangat diperlukan adanya inovasi teknologi yang tepat guna dan terjangkau, bukan sekadar teknologi tinggi.
Di samping itu, inovasi teknologi mesti mampu menjawab tantangan lokal dan dapat diaplikasikan, serta dapat meningkatkan kemampuan rakyat untuk hidup dan berkembang secara mandiri. Dengan demikian, inovasi teknologi yang dibutuhkan adalah untuk menghasilkan teknologi yang lebih murah, lebih mudah dan lebih baik. Untuk bisa menjadi SDM perunggasan yang andal, menurut beberapa sumber setidaknya terdapat 3 indikator penting yakni 40% bagus dalam bidang akademik, 30% adalah memiliki ketrampilan dalam aspek manajerial atau pengelolaan organisasi, dan 30% adalah memiliki empati dan perhatian atau kepekaan sosial.
Seorang SDM perunggasan yang baik akan memiliki daya intelektualitas, emosional dan spiritual yang unggul dan memadai. Jika dijabarkan secara lebih detail, maka generasi muda calon SDM perunggasan yang unggul tersebut harus menguasai ilmu dan tekonologi bidang perunggasan, memiliki kapasitas cukup dalam hal berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis, mampu bekerja sama dalam tim ataupun mandiri, serta memiliki kemampuan berpikir logis dan berfikir analitis. Salah satu bidang kerja yang terbuka luas bagi para generasi milenial nantinya, diakui atau tidak, adalah wirausaha. Para pelaku di bidang ini bisa dihasilkan melalui proses pendidikan. Untuk itu, sangat penting adanya upaya secara sistematis dan terstruktur untuk membangun sikap mental dan jiwa wirausaha. Seorang entreprenenur atau wirusahawan harus memiliki karakter seperi jujur, disiplin, tanggung jawab, kreatif, berfikir kritis, visioner yang mampu memandang jauh ke depan dan jangka panjang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, memanfaatkan sumber daya setempat.
Seorang entrepeneur harus memiliki semangat dan nyali yang cukup berani melangkah dengan pasti menggapai impiannya, impian harus besar dan jangka panjang. Wirausahawan sukses tidak selalu diukur dari kekayaan yang dimilikinya akan tegapi seberapa banyak karya yang dihasilkan yang dirasakan manfaatnya oleh mayarakat luas, berkelanjutan dan tidak merusak alam dan lingkungan sekitar kita. Spirit berbagi dan bekerja sama, serta fokus mencapai impian yang memberikan manfaat seluas luasnya adalah salah satu ciri wirausaha sukses. Adapun strategi efektif untuk dapat mengembangkan usaha, yakni pentingnya upaya meniru dengan lebih baik dari yang ditiru (benchmarking), produk harus unik, berbeda dan sulit ditiru (diferensiasi), adanya kemitraan (partnership), adanya jaringan kerja (networking),adanya nilai tambah (added value), adanya alih daya dari luar (outsourcing), serta tak kalah penting adalah pemberdayaan (empowerment).
Bidang usaha apa pun, apakah itu wirausaha, karyawan perusahaan, lembaga penelitian, karyawan di pemerintahan atau bidang kerja lain, semua itu memiliki banyak tantangan global di depan mata. Oleh karenanya para calon SDM perunggasan harus membekali diri sejak dari bangku pendidikan, untuk menjadi generasi yang wasis atau cerdas, dan waskita atau memiliki wawasan jauh ke depan. Bekal berikutnya yang harus diperoleh adalah membangun sinergi inter – multi – trans disiplin dan jalinan kerja sama multi-stakholders, serta senantiasa memprioritaskan penyelesaian masalah dengan prioritas pemanfaatan sumber daya lokal. Penulis merupakan Dekan Fakultas Peternakan UGM dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) Periode 2014-2018.
Artikel ini adalah artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi November2018 di halaman 88 dengan judul “Hasil tidak Pernah Mengkhianati Proses”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153