POULTRYINDONESIA, Sukabumi – Langkah ekspansi dengan pembukaan unit baru di tengah kondisi usaha yang tengah bergejolak merupakan keputusan yang tidak banyak diambil oleh pelaku usaha perunggasan. Ketidakstabilan harga ayam hidup, fluktuasi biaya produksi, hingga perlambatan ekonomi global membuat sebagian perusahaan memilih menunda rencana ekspansi dan lebih fokus menjaga keberlangsungan usaha yang telah berjalan.
Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah PT Naga Tobing Karya (NTK). Dimana perusahaan peternakan unggas ini justru mengambil langkah strategis dengan meresmikan unit operasional keempatnya yang mencakup wilayah Sukabumi dan Cianjur (Suci) pada Rabu (8/7/2026). Peresmian unit baru tersebut dilaksanakan di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan dihadiri oleh jajaran manajemen perusahaan, para vendor sapronak, mitra usaha, serta seluruh tim operasional NTK.
Co-CEO PT NTK, Ading Nurjaman, mengatakan bahwa pembukaan Unit Sukabumi-Cianjur merupakan bentuk optimisme perusahaan terhadap masa depan industri perunggasan Indonesia.
“Di tengah kondisi industri seperti sekarang ini, kita tetap harus optimis bahwa perunggasan Indonesia akan semakin baik ke depannya. Konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia masih relatif rendah sehingga peluang pertumbuhan industri masih sangat besar. Namun tentu saja setiap langkah ekspansi yang kami lakukan didasarkan pada perhitungan yang matang dan penuh pertimbangan,” ujarnya dalam sambutannya.
Menurut Ading, perusahaan tidak boleh hanya menunggu situasi membaik, melainkan harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi yang terjadi di lapangan.
“Perusahaan harus mengikuti kondisi yang ada, bukan kondisi yang mengikuti perusahaan. Karena itu setiap keputusan yang kami ambil selalu berdasarkan perhitungan, analisis, dan integritas dalam menjalankan usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa di tengah tekanan ekonomi global yang turut memengaruhi sektor perunggasan maupun sektor usaha lainnya, kemampuan untuk bertahan saja sebenarnya sudah menjadi pencapaian tersendiri. Namun demikian, NTK memilih untuk tetap bergerak maju melalui berbagai inovasi dan terobosan bisnis.
Optimisme tersebut diwujudkan tidak hanya melalui pembukaan cabang baru, tetapi juga melalui langkah ekspansi ke sektor hulu. Dalam waktu dekat, NTK berencana mengembangkan usaha pembibitan ayam melalui pembangunan unit breeding di wilayah Ciamis, Jawa Barat.
“Alhamdulillah saat ini kami sudah memiliki beberapa populasi Parent Stock meskipun jumlahnya belum terlalu besar. Insyaallah pada November nanti sudah mulai berproduksi,” ungkap Ading.
Lebih lanjut, ia meminta doa dan dukungan dari seluruh perusahaan pakan, obat hewan, serta mitra sapronak yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan NTK.
“Harapan kami, pertumbuhan perusahaan ini juga dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rekan-rekan yang telah mendukung perjalanan NTK selama ini. Ketika NTK berkembang, maka kebahagiaan itu juga harus dapat dirasakan bersama, termasuk dalam hal kesejahteraan, kelancaran pembayaran, maupun berbagai hal baik lainnya,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, General Manager Produksi PT NTK, Dimas Agung Sugiharto, menyampaikan rasa syukur atas perkembangan perusahaan yang dinilai cukup pesat dalam waktu relatif singkat.
“Saat ini kami telah memiliki tiga unit yang beroperasi, yaitu Bogor Barat, Tangerang, dan Bogor Timur. Dengan dibukanya Unit Sukabumi-Cianjur, maka ini menjadi unit operasional keempat kami. Selanjutnya, insyaallah kami juga akan membuka unit berikutnya di wilayah Kuningan,” ujarnya.
Menurut Dimas, pembukaan unit baru bukan sekadar perluasan wilayah operasional, melainkan juga bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat jaringan kemitraan dan meningkatkan kapasitas usaha secara bertahap.
Ia juga mengapresiasi seluruh vendor dan mitra usaha yang selama ini mendukung pertumbuhan perusahaan, mulai dari perusahaan pembibitan, pakan ternak, hingga obat hewan.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh vendor atas kerja sama, dukungan, dan kepercayaan yang telah diberikan selama ini. Kami juga memohon doa restu agar setiap cabang dapat berjalan lancar, terus berkembang, serta memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat,” kata Dimas.
Sementara itu, Kepala Cabang NTK Sukabumi-Cianjur, Eri, menyampaikan apresiasi kepada manajemen perusahaan yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin operasional unit baru tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan PT Naga Tobing Karya yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin jalannya operasional NTK Cabang Sukabumi-Cianjur. Tentunya amanah ini akan kami jalankan sebaik mungkin bersama seluruh tim yang ada di lapangan,” ujarnya.
Eri juga meminta dukungan dan doa restu dari seluruh vendor serta mitra usaha agar Unit Sukabumi-Cianjur dapat berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan maupun seluruh pihak yang terlibat di dalamnya.
“Kami berharap kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan. Mudah-mudahan tim Sukabumi-Cianjur dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat bagi semua pihak, dan menjadi bagian dari pertumbuhan PT NTK ke depan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa soliditas tim internal dan dukungan para mitra usaha akan menjadi modal penting dalam membangun unit baru tersebut agar mampu tumbuh menjadi salah satu cabang andalan perusahaan di masa mendatang.
Langkah ekspansi yang dilakukan NTK ini sekaligus menunjukkan bahwa di tengah siklus industri yang penuh tantangan, masih terdapat pelaku usaha yang melihat peluang jangka panjang sektor perunggasan nasional secara positif.
Dengan tingkat konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia yang masih berada di bawah sejumlah negara tetangga, potensi pertumbuhan industri unggas nasional dinilai masih terbuka. Bagi NTK, momentum tersebut justru menjadi alasan untuk terus memperkuat fondasi bisnis dan memperluas jaringan usaha secara bertahap dan terukur.