Wirausaha di bidang pengolahan hasil unggas terbuka lebar bagi kalangan milenial
Wirausaha di bidang pengolahan dan pemasaran hasil unggas menjadi sangat penting di masa depan, terlebih lagi di sektor perunggasan saat ini, permasalahan masih berkutat pada kelebihan produksi yang menyebabkan harga ayam hidup masih di bawah biaya pokok produksi dan harga acuan Permendag No. 96/2018. Jika industri pengolahan dan pemasaran hasil unggas dapat berkembang baik, maka konsumsi protein hewani asal unggas pun akan meningkat pesat, sehingga dapat menjadi solusi atas kelebihan produksi ayam hidup tersebut.

Generasi milenial merupakan kaum generasi muda yang sangat digital native, hal yang sangat jauh berbeda dengan digital migration. Generasi digital native telah berkembang di era digital, yang dicirikan oleh pola pikirnya yang lebih cepat, lincah dan lebih terbuka, dan selalu tidak puas dengan kondisi yang ada atau selalu mencoba hal yang baru. Mereka melek teknologi. Dengan demikian, hal itu membuat mereka lebih adaptif terhadap perubahan. Maka, tantangan ke depan adalah bagaimana membuat dan mendorong para generasi milenial ini menjadi bagian penting di bidang perunggasan, terutama di bidang wirausaha pengolahan dan pemasaran hasil unggas.

Karakter wirausaha milenial tidak sama dengan generasi pendahulunya. Dalam sebuah wirausaha, tentu sangat membutuhkan tempat, modal, tenaga kerja, dan teknologi. Dalam hal ini, satu sarana produksi yang sering dilupakan adalah informasi. Padahal informasi sangat menentukan keberhasilan suatu wirausaha, terlebih di era serba digital dan sosial media seperti saat ini. Sarana informasi yang paling efisien saat ini adalah smartphone (telepon pintar) yang mayoritas kaum milenial telah memilikinya.
Terlebih lagi, telepon pintar yang sepertinya telah dimiliki oleh semua masyarakat, termasuk masyarakat di pinggiran kota atau bahkan di perdesaan. Data Kementerian Informasi dan Informatika (2017), Indonesia tercatat berada di peringkat enam besar pengguna telepon pintar terbesar di dunia. Peringkat itu akan naik di posisi keempat dunia setelah Cina, Amerika Serikat, dan India. Hal itu didukung pula oleh fakta bahwa perangkat dan koneksi mobile broadband yang semakin murah di pasaran juga memacu jumlah pengguna internet secara signifikan. Sarana internet dan telepon seluler (ponsel) merupakan contoh sarana populer sebagai media komunikasi yang sangat membantu proses penyebaran informasi produk hasil unggas yang digerakkan oleh kaum milenial. 
Tren ke depan
Tren bisnis dan ekonomi digital harus dilihat sebagai peluang oleh seluruh pelaku industri perunggasan domestik. Di masa sekarang dan masa datang, era Industri 4.0 yang ditopang oleh digitalisasi menyebabkan industri pengolahan dan pemasaran hasil unggas harus go online. Walaupun memiliki dampak disruptif, namun era bisnis dan ekonomi digital ini tidak serta merta mematikan sektor usaha konvensional. Namun karena hal itu mengikuti perkembangan jaman, maka sektor konvensional sejak sekarang harus mulai merambah digital untuk memperkuat posisi tawar dan menjaga keberlanjutan usaha yang ada saat ini.
Baca Juga: Memasuki Era Industri 4.0 IPB Gelar Seminar Kewirausahaan
Di sisi lain, bagi konsumen mendapat manfaat berupa sarana pemerataan akses pasar bagi masyarakat di berbagai pelosok daerah. Adanya bisnis berbasis digital memungkinkan mereka yang berada di daerah mendapatkan produk dengan harga yang nyaris sama dengan mereka yang tinggal di kota besar. Itulah sebabnya saat ini pemerintah tengah menggencarkan agar semua pelaku usaha mengadopsi bisnis yang berbasis digital ini. Dengan demikian, dari sisi bisnis, digitalisasi akan mengakselerasi pertumbuhan usaha, sedangkan dari sisi konsumen, bisnis berbasis digital merupakan bentuk dari pemerataan kesempatan dan akses atas suatu produk.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2020 dengan judul “Peluang Bisnis Produk Hasil Unggas untuk Milenial”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153