Foto bersama lulusan terbaik dengan Rektor IPB,(ke-3 dari kiri), Menteri Perindustrian (Tengah), Dekan SB-IPB (Ke-5 dari Kiri).
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Memasuki era baru di dunia Industri dunia yaitu era Industri 4.0, Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Entrepreneurship in Indonesia 4.0 : Prospects and Challenges”, di Jakarta, Sabtu (28/7). Seminar nasional tersebut diselenggarakan dalam rangkaian acara penglepasan alumni Program Magister Manajemen, dan Program Doktor Manajemen Bisnis.
Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Perindustrian Ir. Airlangga Hartarto, Rektor IPB Dr. Arif Satria, Dekan SB-IPB Prof. Noer Azam Achsani, serta para calon wisudawan SB-IPB. Dalam Seminar tersebut juga diisi dengan sesi Bussiness talk yang mengundang Achmad Zaki selaku Co. Founder sekaligus CEO Bukalapak.
Baca Juga : CPI dan IPB Resmikan Gedung Baru SB-IPB
Memasuki era Industri 4.0, sistem perindustrian akan menggunakan sistem otomatisasi di dalam semua lini produksi. Oleh karena itu, SB-IPB merespon dengan terbuka tentang bagaimana menghadapi era Industri 4.0 di masa yang akan datang. Menurut Dekan SB-IPB, revolusi industri yang keempat ini mendorong inovasi teknologi, komunikasi, dan informasi semakin pesat akan membawa dampak disrupsi atau perubahan fundamental dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat.
“Indonesia merupakan negara yang kuat dalam hal jejaring, namun lemah dalam hal pemanfaatan teknologi. Indonesia memiliki komponen kreativitas maupun modal sosial dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang baik, namun saat ini iklim usaha yang terbentuk belum mampu mendorong munculnya kreativitas.Oleh karena itu perlu diciptakan iklim usaha yang kondusif agar dapat menciptakan kreativitas,” jelas Noer Azam.
Baca Juga : Meneropong Industri Peternakan Itik Nasional
Memasuki era global, tantangan pembangunan nasional saat ini dan di masa yang akan datang, semakin menantang. Salah satu permasalahan yang masih perlu mendapatkan perhatian bebagai pihak yaitu pengembangan SDM yang berdaya saing. Permasalahan yang masih perlu mendapatkan prioritas dalam pembangunan nasional adalah penguatan daya saing melalui peningkatan kompetensi sumberdaya manusia (SDM).
“Tantangan lain yang patut kita perhatikan adalah jumlah angkatan kerja di Indonesia yang semakin meningkat, namun lapangan pekerjaan yang tersedia pertumbuhannya tidak sebanding dengan banyaknya lulusan pendidikan tinggi setiap tahunnya,” tukas Rektor IPB Arief Satria.
Baca Juga : Wajah SDM Perunggasan Tanah Air
Selanjutnya dari sisi pemerintah, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Pemerintah siap untuk menyambut era industri 4.0, namun tentunya harus juga didukung oleh kolaborasi antara Pemerintah, Perguruan Tinggi, yang berbasis kompetensi agar dapat serasi dengan dunia industri.
“Perlu adanya kolaborasi antara Pemerintah, Perguruan Tinggi serta industri untuk menciptakan tenaga kerja industri yang kompeten dalam menghadapi Indonesia 4.0. Adanya pendidikan vokasi baik di tingkat sekolah atas maupun perguruan tinggi yang berbasis kompetensi yang link and match dengan industri merupakan salah satu bentuk implementasi dalam pengelolaan sumber daya manusia yang siap menghadapi industri 4.0,” papar Airlangga.