Peternakan layer di Bali
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Asupan gizi masyarakat yang baik dibutuhkan agar dapat menghasilkan SDM yang unggul serta bisa terhindar dari jebakan stunting akibat kekurangan gizi.
Salah satu bahan pangan yang mengandung gizi tinggi dan bisa menyelamatkan generasi penerus dari masalah stunting adalah dengan mengonsumsi ayam dan telur.
Oleh karena itu, Pinsar Indonesia secara rutin menggelar acara Hari Ayam dan Telur Nasional setiap tahunnya. Peringatan HATN kali ini diselenggarakan tanpa mengundang keramaian karena sedang dalam situasi pandemi, sehingga rangkaian acara akan diselenggarakan melalui platform aplikasi daring.
Menurut Bambang Suharno selaku panitia mengatakan bahwa peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional ini dilatarbelakangi oleh konsumsi daging ayam dan telur yang masih rendah, bahkan konsumsinya kalah daripada rokok.
“Konsumsi rokok masyarakat Indonesia tertinggi di ASEAN, yakni 1.300 batang/kapita/tahun atau 3,5 batang per hari. Padahal jika dikalkulasikan 3,5 batang itu bisa membeli 2 butir telur,” tutur Bambang pada acara Press Conference HATN dan World Egg Day 2020, Senin (12/10).
Baca Juga: Berbagai Acara Menarik di HATN Jakarta
Acara terdekat yakni Webinar bertajuk “Ayam dan Telur Meningkatkan Imunitas” yang akan digelar pada 15 Oktober 2020. Webinar tanggal 15 Oktober 2020 tersebut juga spesial karena juga akan diadakan demo masak oleh Chef Eddrian Tjhia.
Dilanjutkan pada tanggal 27 Oktober 2020 acara HATN juga akan dilaksanakan di Samarinda, Kalimantan Timur melalui talkshow di radio dan televisi lokal dan kunjungan duta ayam dan telur ke peternak di Kalimantan Timur.
Acara seremonial juga akan diadakan pada 28 Oktober 2020 yang juga dibarengi dengan webinar dengan tema “Prospek Bisnis dan Upaya Meningkatkan Daya Saing Perunggasan Nasional”.