Peserta Rembuk Petani Peternak Nasional hadir dari berbagai daerah, dan berharap keadilan dalam menjalankan usaha.
POULTRY INDONESIA, Jakarta- Menanggapi iklim usaha peternakan ayam mandiri yang makin terpuruk, petani dan peternak dari berbagai daerah adakan Rembuk Petani Peternak Indonesia di Gedung Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Kamis (21/3). 
 
Dalam acara yang dikemas dengan orasi peserta rembuk, Yesi yang merupakan peternak asal Blitar mengungkapkan keluh kesahnya dalam berbudidaya ayam. Menurutnya, iklim usaha dalam beternak saat ini semakin membuat peternak kecil seperti dirinya menjadi risau. Hal tersebut karena semakin banyaknya pembangunan kandang sistem closed house yang dilakukan oleh perusahaan besar yang membuatnya kalah bersaing.
 
“Peternak kecil dari desa seperti kami, hanya berharap ada sebuah keadilan usaha. Kembalikan budi daya kepada rakyat, karena itu satu-satunya masa depan kami. Pemerintah seharusnya adil, saat harga telur di kandang sedang baik (tinggi), mereka kenapa melakukan operasi pasar untuk menurunkan harga, tapi kenapa saat harga sedang jatuh, mereka tidak melakukan apa-apa, apakah ini adil?” jelasnya.
 
Sependapat dengan Yesi, Sugeng Wahyudi yang merupakan peternak asal Bogor juga mengatakan menyuarakan aspirasinya. Dalam orasinya, Sugeng mengatakan bahwa harga ayam hidup saat ini masih berada di bawah harga pokok produksi (HPP). Berdasarkan data yang disampaikan, harga hari ini berada di titik Rp14 ribu per kilogram, sedangkan untuk biaya produksi mencapai Rp18 ribu.
 
“Kalau kondisi ini terus seperti ini, mau sampai kapan kita akan bertahan? Oleh karena itu, sudah seharusnya kita suarakan,” ujar Sugeng.
 
Masih menurutnya, upaya sistematis untuk pengambilalihan profesi peternak mandiri sudah semakin jelas terlihat. Pola kemitraan bagi sebagian orang memang membantu, akan tetapi bentuk pemaksaan untuk beralih menjadi kemitraan itu yang tidak baik.
 
“Peternak mandiri banyak yang berusaha mempertahankan usahanya karena ada kebanggaan tersendiri menjadi peternak. Oleh karena itu, kami menuntut sebuah keadilan berusaha, kami juga menuntut harga ayam hidup bisa naik serta turunkan harga pakan dan DOC,” tuntutnya. Farid