Dari dapur tradisional Kesultanan Kutai hingga restoran modern Samarinda, ayam cincane tetap memikat dengan cita rasa gurih manis dan aroma panggangan yang khas. 
Kalau kamu pernah singgah ke Samarinda dan melihat ayam berbumbu merah sedang dipanggang di atas bara, besar kemungkinan itu adalah ayam cincane, salah satu hidangan paling ikonik dari Kalimantan Timur.
Selain warna merah menggoda, cita rasanya kaya berempah. Perpaduan gurih manis dengan permukaan ayam yang sedikit gosong kecokelatan memberikan sensasi smoky (rasa asap) dan daging yang tetap empuk juicy dari dalam. 
Ayam cincane konon berasal dari tradisi kuliner masyarakat Kutai. Dahulu, hidangan ini belum tentu bisa ditemui sehari-hari dan hanya menjadi sajian istimewa yang dipersiapkan untuk jamuan adat atau menyambut tamu penting di lingkungan Kesultanan Kutai. 
Seiring waktu, resep ini menyebar dan menjadi bagian dari identitas kuliner Samarinda. Kini ayam cincane bisa ditemukan di warung-warung hingga restoran setempat. Meski sudah lebih mudah didapat, nilai keistimewaan ayam cincane tetap melekat, terutama dalam acara besar seperti pernikahan atau perayaan adat.
Penasaran ingin mencoba membuatnya di rumah? Yuk, intip resep ayam cincane berikut ini! Anggi
Resep Ayam Cincane Samarinda
Bahan Utama
  • 1 ekor ayam kampung, potong 8 bagian
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • 4 lembar daun jeruk
  • 500 ml air kelapa
  • Minyak goreng secukupnya
Bumbu Halus
  • 10 siung bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 3 buah cabai rawit merah (sesuaikan selera pedas)
  • 3 butir kemiri, sangrai dulu
  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas lengkuas
  • 1 sdt ketumbar, sudah disangrai
  • ½ sdt merica
  • 2 sdm gula merah, serut halus
  • Garam secukupnya
Cara Membuat
  1. Tumis bumbu. Panaskan sekitar 3 sdm minyak dalam wajan. Masukkan bumbu halus, tumis sampai harum dan benar-benar matang.
  2. Tambahkan aromatik. Masukkan daun salam, serai, dan daun jeruk. Aduk rata hingga aromanya menyatu dengan bumbu.
  3. Masukkan ayam. Aduk-aduk sampai seluruh permukaan ayam berubah warna dan terlumuri bumbu.
  4. Masak dengan air kelapa. Tuang air kelapa, tambahkan garam dan gula merah. Masak dengan api kecil sampai ayam empuk, bumbu meresap, dan kuah menyusut.
  5. Angkat ayam, lalu panggang sebentar di atas bara arang atau dalam oven hingga bagian luarnya kecokelatan. Sambil dipanggang, olesi dengan minyak dan sisa bumbu supaya warnanya makin cantik dan rasanya lebih meresap.
  6. Sajikan. Hidangkan selagi hangat dengan nasi putih dan sambal.