“Saya tidak datang dengan pikiran mencoba ‘negara baru’. Saya datang dengan satu fokus, bagaimana membuat Farmsco Indonesia bisa tumbuh dan berkembang kembali” 
Ada sebuah momen kecil dari masa kanak-kanak Park Seong Woo yang tidak pernah benar-benar pergi dari ingatannya. Setiap kali ayahnya mengajak ke pasar, Park kecil selalu pulang membawa pelajaran berharga.
“Sejak kecil saya memang suka pergi ke pasar bersama ayah. Setiap kali ke sana, ayah pasti menyelipkan koin ke tangan saya dan berkata, ‘Coba beli sendiri apa yang kamu mau, sebanyak mungkin, semurah mungkin.’ Sementara anak-anak lain dibelikan langsung oleh orang tuanya, saya justru pergi sendiri, menawar dan memilih,” ujar Presiden Direktur PT Farmsco Feed Indonesia tersebut saat ditemui wartawan Poultry Indonesia di main office Farmsco, BSD, Senin (20/4).
Dari situ ia belajar membeli dengan bijak. Pemahamannya tentang konsep ekonomi mulai terbentuk dan membekas hingga dewasa. Pengalaman itu pula yang kemudian membentuk cara pandangnya dalam bekerja, dimana efisiensi dan nilai ekonomi selalu menjadi dasar dalam setiap keputusan.
Tiga Dekade Bersama Farmsco
Kepercayaan yang mengantarkannya hingga mengemban tanggung jawab President Director di Farmsco Indonesia bukan semata lahir dari ketelitiannya, melainkan dari sesuatu yang jauh lebih mendasar, yakni prinsip hidup yang ia pegang sejak awal, “kejujuran dan kerja keras”. “Saya selalu berusaha menjalankan keduanya, dan itulah yang membuat saya bertahan selama 34 tahun di perusahaan ini, hingga akhirnya dipercaya menjadi direktur utama,” ujarnya.
Tahun 1992, Park Seong Woo bergabung dengan Farmsco sebagai karyawan baru. Lulusan teknik mesin ini memulai kariernya dengan menangani investasi fasilitas perusahaan. Ia merancang dan membangun pabrik pakan, hingga mengawal infrastruktur dari nol sampai bisa beroperasi. Salah satu proyek besar yang Park tangani adalah pembangunan pabrik pakan di Anseong, Korea Selatan, yang hingga kini masih berjalan. Kepercayaan tersebut datang perlahan, seiring hasil nyata yang ia tunjukkan, hingga ia memimpin operasional empat pabrik pakan sekaligus di tingkat nasional.
Namun di tengah pencapaian itu, muncul kegelisahan baru. “Fasilitas yang sudah dirancang dan dibangun dengan baik sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal di lapangan. Dari situ saya berpikir untuk mencoba memelihara sendiri dan mengelola langsung,” ucapnya.
Keputusan itu membawanya keluar dari zona nyaman sebagai engineer. Kesempatan semakin terbuka ketika Chairman Farmsco Korea mengajaknya membangun peternakan babi berteknologi tinggi. Selama hampir satu dekade, ia terlibat dalam pembangunan sekitar sepuluh peternakan modern.
Perjalanan itu, ia akui, tidak selalu mulus. Kesalahan demi kesalahan dilalui, hingga teguran keras dari atasan menjadi hal biasa. Namun Park tidak menghindarinya, justru ia menjadikannya ruang belajar. 
“Di awal, saya banyak melakukan kesalahan dan sering dimarahi. Tapi dari situ saya belajar bagaimana perusahaan besar dibangun. Jadi, kepercayaan itu dibangun, bukan semata-mata diberikan sejak awal,” tegasnya.
Bisa Bertumbuh Mengikuti Perubahan
Memimpin di negeri sendiri saja sudah penuh tantangan. Bagi Park, memimpin di negeri orang, dalam kondisi bisnis yang sedang tidak baik, adalah ujian yang berbeda.
Pandemi COVID-19 meninggalkan luka mendalam di banyak lini bisnis, termasuk industri pakan dan peternakan. Dalam delapan tahun terakhir sebelum kedatangannya, Farmsco Indonesia menghadapi berbagai kesulitan dan pertumbuhan yang belum optimal. Ia ditugaskan ke Indonesia untuk membenahi situasi tersebut. 
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Profil pada majalah Poultry Indonesia edisi Mei 2026. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Mei 2026, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group.