Di antara berbagai fitobiotik potensial yang bisa dimanfaatkan sebagai feed additive alami ayam broiler, bawang putih (Allium sativum) dan jahe (Zingiber officinale) termasuk bahan alami yang paling banyak dipelajari dan dikembangkan dalam penelitian.
Bawang putih dikenal mengandung allicin, senyawa organosulfur yang memiliki sifat antibakteri, antijamur, serta antioksidan. Komponen allicin dalam bawang putih dapat berubah menjadi senyawa bioaktif S-allylcysteine yang lebih stabil dengan konsistensi antioksidan yang lebih tinggi apabila melalui proses pematangan pada kondisi suhu dan kelembapan tertentu, yang kemudian dikenal sebagai bawang hitam. Di sisi lain, jahe memiliki berbagai senyawa aktif yang memberikan efek antimikroba, antiinflamasi, serta mampu merangsang proses pencernaan.
Senyawa bioaktif yang berasal dari tanaman memang dikenal mampu mendukung performa ternak sekaligus menjaga kesehatan tanpa menimbulkan dampak negatif. Kombinasi kedua bahan alami tersebut dilaporkan dapat memodulasi mikrobiota usus, memperbaiki morfologi saluran pencernaan, serta meningkatkan penyerapan nutrien. Dimana saluran cerna yang sehat akan meningkatkan performa pertumbuhan dan efisiensi pakan pada ayam broiler.
Berangkat dari potensi tersebut, dalam karya ilmiah ini dilakukan evaluasi pengaruh suplementasi bubuk bawang hitam dan jahe dalam pakan terhadap performa pertumbuhan, kesehatan usus, serta nilai ekonomi produksi pada ayam broiler.
Penelitian ini menggunakan 400 ekor ayam DOC strain Hubbard yang dipelihara di kandang terbuka dengan kondisi lingkungan terkontrol. Suhu dan kelembapan kandang cenderung dipertahankan di kisaran ideal hingga akhir pemeliharaan, dengan program pencahayaan 23 jam terang dan 1 jam gelap. Litter menggunakan serutan kayu dengan ketebalan sekitar 5–7 cm, sementara pakan dan air minum diberikan secara ad libitum. Program pemberian pakan dibagi menjadi fase starter (0–21 hari) dan fase finisher (22–35 hari), serta vaksinasi dilakukan sesuai prosedur standar.
Setelah melewati masa adaptasi selama tujuh hari pertama, anak ayam dibagi secara acak ke dalam lima perlakuan dengan masing-masing lima ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 10 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan berupa kombinasi suplementasi bubuk bawang hitam dan jahe dalam pakan, antara lain:
T1: bawang hitam bubuk 0,25 g/kg pakan dan jahe bubuk 0,75 g/kg pakan.
T2: bawang hitam bubuk 0,75 g/kg pakan dan jahe bubuk 0,25 g/kg pakan.
T3: bawang hitam bubuk 0,5 g/kg pakan dan jahe bubuk 0,5 g/kg pakan.
T4: bawang hitam bubuk 1 g/kg pakan dan jahe bubuk 1 g/kg pakan.
Kontrol: pakan dasar tanpa tambahan suplemen.
Performa pertumbuhan ayam selanjutnya diamati melalui pengukuran pertambahan bobot badan (body weight gain/BWG), konsumsi pakan (feed intake/FI), dan rasio konversi pakan (feed conversion ratio/FCR) yang dicatat setiap minggu selama pemeliharaan. Selain itu, analisis histologi juga dilakukan pada umur 35 hari dengan mengambil sampel jaringan dari bagian usus halus untuk mengamati morfologi saluran pencernaan, termasuk tinggi vili dan kedalaman kripta yang berkaitan dengan kemampuan penyerapan nutrien.
Penelitian ini juga mengevaluasi aspek ekonomi penggunaan suplemen pakan dengan menghitung pendapatan, keuntungan, serta rasio biaya dan manfaat dari masing-masing perlakuan. Seluruh data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik untuk melihat perbedaan antar perlakuan.
Meningkatnya Performa Ayam
Penggunaan bahan herbal sebagai suplemen pakan semakin mendapat perhatian dalam nutrisi unggas, terutama karena potensinya dalam meningkatkan performa pertumbuhan, efisiensi pakan, serta kesehatan ternak. Dalam penelitian ini, suplementasi bawang hitam dan jahe menunjukkan pengaruh positif terhadap performa broiler, yang terlihat dari peningkatan bobot badan, konsumsi pakan, serta perbaikan nilai FCR pada kelompok perlakuan.
Setelah masa pemeliharaan 35 hari, ditemukan bahwa suplementasi bawang hitam dan jahe dalam pakan ayam broiler memberikan dampak positif terhadap performa pertumbuhan, baik pada fase starter maupun finisher.
Tabel 1. Efikasi penambahan bawang putih dan jahe dalam pakan terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, dan konversi pakan (FCR) pada fase starter dan finisher ayam broiler
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Riset pada majalah Poultry Indonesia edisi April 2026. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi April 2026, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754 atau sirkulasipoultry@gmail.com
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group.









