POULTRYINDONESIA, Malang – Tim Peneliti dari Universitas Lampung (Unila) perkenalkan inovasi produk telur ayam dengan kandungan omega-3 lebih tinggi dalam ajang Living Lab Summit 2026. Melalui telur yang diberi nama Siger Natura Egg ini Tim Dosen Unila memanfaatkan bahan alami sebagai feed additive dalam pakan ayam petelur.
Ketua tim peneliti Program Bestari Saintek Universitas Lampung, Etha ‘Azizah Hasiib menyampaikan bahwa Siger Natura Egg ini dikembangkan sejak Mei 2026 menggunakan bahan alami untuk meningkatkan karakteristik warna kuning telur dan kandungan asam lemak omega-3.
“Dalam proses penelitian, tim menguji beberapa formulasi feed additive yang terdiri atas bahan herbal, pigmen alami, dan mikroalga Schizochytrium sp,” jelasnya melalui keterangan tertulis Jumat, (30/10/2026).
Dirinya menjelaskan bahwa bahan yang digunakan antara lain tepung temulawak, paprika, daun kelor, serta alga Schizochytrium sp. Tim juga menguji formulasi ekstrak paprika dan temulawak dengan beberapa variasi dosis. Selain itu, dilakukan pengujian pemberian alga secara tunggal untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas telur yang dihasilkan.
“Penelitian diaplikasikan selama 28 hari di farm milik mitra kami dengan melibatkan tim mahasiswa. Setelah periode pemeliharaan, telur yang dihasilkan menjalani pengujian kualitas di Balai Veteriner Lampung dan PT Saraswanti Indo Genetech,” ujar Etha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi ekstrak dengan dosis 0,75 g/kg pakan menghasilkan kualitas warna kuning telur terbaik, dengan skor yolk color fan mencapai 13,25.
“Tidak hanya dari segi penampilan, pengujian juga menunjukkan potensi peningkatan nilai nutrisi telur. Telur hasil penelitian tercatat memiliki kandungan kolesterol berkisar 275,92–331,12 mg/100 g. Sementara itu, kandungan omega-3 mencapai 109,60 mg/100 g, lebih tinggi dibandingkan telur kontrol yang tercatat sebesar 75,32 mg/100 g”.
Peningkatan juga terlihat pada kandungan docosahexaenoic acid (DHA), salah satu jenis asam lemak omega-3 yang penting bagi kesehatan. Kandungan DHA pada telur hasil penelitian mencapai 81,78 mg/100 g, sedangkan telur kontrol hanya sebesar 49,80 mg/100 g.
“Dari aspek keamanan pangan, hasil pengujian menunjukkan telur bebas residu antibiotik. Pemeriksaan mikrobiologi terhadap Salmonella dan Escherichia coli (E. coli) juga menunjukkan hasil negatif,” jelasnya,
Meski telah menunjukkan hasil positif, pengembangan Siger Natura Egg masih akan berlanjut. Tim peneliti berencana menyempurnakan formulasi akhir dan melakukan pengujian selama masa penyimpanan.
Selanjutnya, Aji selaku Mitra Living Lab menyampaikan bahwa inovasi yang dikembangkan bersama tim Unila diharapkan dapat memberikan manfaat langsung terhadap usaha peternakan yang dijalankan.
“Tentu saya senang sekali dengan keberhasilan penelitian ini. Harapan kami sebagai mitra, riset ini akan memberikan dampak terhadap kualitas telur yang kami hasilkan dan tentu akan meningkatkan pendapatan kami,” ujarnya.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group.