POULTRYINDONESIA, Tangerang Selatan – Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) resmi meluncurkan buku peringatan 55 Tahun GPPU dalam rangkaian Kongres XIV GPPU di DoubleTree by Hilton Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Peluncuran buku tersebut menjadi salah satu momen bersejarah yang menandai perjalanan panjang organisasi dalam mengawal perkembangan industri pembibitan unggas nasional selama lebih dari lima dekade.
Buku berjudul “Dari Hulu untuk Ketahanan Pangan: Perjalanan 55 Tahun GPPU dalam Membangun Keberlanjutan Industri Perunggasan Indonesia” disusun sebagai dokumentasi sejarah sekaligus referensi mengenai perkembangan sektor pembibitan unggas di Indonesia. Selain mengulas perjalanan organisasi, buku tersebut juga memuat dinamika kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi pembibitan, tantangan penyakit hewan, hingga berbagai tonggak penting yang membentuk industri perunggasan nasional.
Penanggung jawab penyusunan buku, Dewa Putu Sumerta, mengungkapkan bahwa proses penyusunan buku berlangsung hampir satu setengah tahun. Selama proses tersebut, berbagai data, dokumen sejarah, serta masukan dari pelaku industri dihimpun untuk menghasilkan sebuah karya yang mampu menggambarkan perjalanan GPPU secara komprehensif.
“Buku ini kami kerjakan hampir satu setengah tahun. Isinya terdiri atas 12 bab dan 112 halaman yang memuat sejarah organisasi, regulasi, serta data-data yang menjadi bagian dari perjalanan GPPU,” ujar Dewa Putu Sumerta saat peluncuran buku.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh penulis yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku tersebut, serta kepada 19 perusahaan sponsor yang mendukung proses penerbitannya.
“Terima kasih kepada seluruh penulis dan para sponsor yang telah mendukung penerbitan buku ini. Tanpa kolaborasi semua pihak, buku ini tidak mungkin dapat diterbitkan,” katanya.
Menurut Dewa, buku tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi sejarah organisasi, tetapi juga menjadi referensi bagi pelaku industri, akademisi, pemerintah, maupun generasi muda yang ingin memahami perkembangan sektor pembibitan unggas di Indonesia.
“Kami berharap buku ini dapat menjadi refleksi sekaligus inspirasi bagi seluruh insan perunggasan agar industri ini terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Pada cetakan perdana, GPPU menerbitkan sebanyak 1.150 eksemplar. Buku tersebut akan didistribusikan kepada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, para narasumber, anggota GPPU, serta berbagai pemangku kepentingan yang hadir pada Kongres XIV GPPU.
Peluncuran buku dilakukan secara simbolis melalui prosesi hitung mundur bersama seluruh peserta kongres, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan buku kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai bentuk komitmen GPPU dalam mendokumentasikan sejarah industri pembibitan unggas Indonesia.
Dalam sambutannya, Dewa Putu Sumerta juga mengingatkan pentingnya menjaga sejarah sebagai pijakan membangun masa depan. Ia mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya.
“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Buku ini merupakan bagian dari perjalanan panjang GPPU yang kami harapkan dapat menjadi warisan pengetahuan bagi generasi berikutnya,” tuturnya.

Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia