POULTRYINDONESIA, Sumedang – Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) memperkenalkan inovasi nugget ayam singkong melalui program Aksi Gizi dalam rangkaian Bakti Amal Mahasiswa Peternakan Indonesia (BAMPINAS) di Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan pangan lokal dan pentingnya pemenuhan gizi seimbang.
Dalam pemaparannya, Lilis menjelaskan inovasi nugget ayam singkong sebagai pengembangan produk olahan peternakan dengan memanfaatkan singkong sebagai bahan pengisi (filler).
Daging ayam berperan sebagai sumber protein hewani, sedangkan singkong menjadi sumber karbohidrat. Kombinasi keduanya diharapkan menghasilkan alternatif produk pangan yang bernilai gizi sekaligus memanfaatkan potensi lokal.
Selanjutnya, Safira menjelaskan bahwa daging ayam mengandung protein yang penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Sementara itu, singkong mengandung karbohidrat sebagai sumber energi serta serat, vitamin, dan mineral.
Materi berikutnya disampaikan oleh Neno mengenai pentingnya gizi seimbang melalui pedoman Isi Piringku.
Ia menjelaskan bahwa pola makan sehat perlu memperhatikan keseimbangan makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan sesuai kebutuhan tubuh.
Nugget ayam dapat menjadi salah satu pilihan lauk sumber protein. Namun, konsumsinya perlu diimbangi dengan sayuran, buah-buahan, serta sumber pangan lainnya.
Masyarakat juga diimbau mengonsumsi nugget secara wajar, menggunakan minyak goreng yang bersih, memvariasikan sumber protein, dan mencukupi kebutuhan air putih.
Melalui program Aksi Gizi, ISMAPETI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya gizi seimbang serta mampu memanfaatkan potensi pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pengabdian mahasiswa peternakan dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan inovasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.