POULTRYINDONESIA, Tangerang — Upaya mencetak Generasi Emas 2045 tidak hanya bergantung pada kualitas pendidikan, tetapi juga ditentukan oleh status gizi masyarakat sejak usia dini. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan konsumsi protein hewani melalui kampanye Susu, Daging, Telur, dan Ikan (SDTI) yang tahun ini mengusung tema “Gizi Seimbang Generasi Gemilang” dalam rangkaian Indo Livestock Expo & Forum 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, pada Selasa, (16/6/2026).
Acara tersebut diikuti sekitar 100 anggota Tim Penggerak PKK dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Kehadiran para kader PKK diharapkan dapat membantu menyebarluaskan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga hingga ke tingkat rumah tangga.
Tidak hanya itu, sejumlah siswa dari SDN Kampung Melayu 1 turut hadir dan berpartisipasi. Melalui pendekatan yang interaktif, anak-anak diajak memahami manfaat protein hewani bagi pertumbuhan, kesehatan, dan kemampuan belajar mereka.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan bahwa anak-anak yang saat ini masih duduk di bangku sekolah kedepannya akan menjadi aktor utama pembangunan Indonesia pada 2045. Oleh karena itu, investasi terhadap kualitas gizi yang memadai harus dimulai sedini mungkin.
“Pembentukan sumber daya manusia unggul tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan konsumsi pangan bergizi yang ditanamkan sejak dini. Lingkungan keluarga maupun sekolah memiliki peran penting dalam membangun pola makan sehat yang akan berpengaruh terhadap kualitas generasi masa depan”.
Ia menegaskan bahwa protein hewani merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung pertumbuhan anak di masa depan. Asupan protein hewani yang cukup memberikan peluang bagi anak untuk tumbuh optimal.
“Ketika anak-anak mendapatkan asupan protein hewani yang cukup, mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh lebih optimal, belajar lebih baik, dan menjadi generasi yang produktif. Karena itu, konsumsi susu, daging, telur dan ikan sehari hari jangan dianggap sekedar memenuhi kebutuhan makan, tetapi investasi untuk masa depan,” ujar Agung.
Agung menambahkan, berbagai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan produksi susu nasional, serta peningkatan produksi daging diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi sekaligus mendorong konsumsi protein hewani.
“Kita ingin membangun budaya konsumsi protein hewani yang lebih baik. Ketika anak-anak Indonesia terbiasa mengkonsumsi susu, daging, telur, dan ikan secara seimbang, maka kita sedang memperbaiki kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan,” katanya.
Senada dengan itu, Rita Ramayulis selaku Ahli Gizi menyampaikan bahwa bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2045 hanya akan menjadi keuntungan apabila didukung oleh kualitas gizi masyarakat yang baik sejak sekarang.
Menurut Rita, protein hewani memiliki keunggulan karena mengandung asam amino esensial lengkap serta berbagai zat gizi penting seperti zat besi, seng, vitamin A, vitamin B12, kalsium, dan asam lemak omega-3. Berbagai nutrisi tersebut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan otak, daya tahan tubuh, serta kemampuan belajar anak.
“Generasi Emas 2045 tidak hanya dibentuk melalui pendidikan yang baik, tetapi juga melalui pemenuhan gizi. Beberapa kandungan seperti zinc dan B12 itu hanya bisa didapat dari pangan sumber protein hewani,” ujarnya.
Selain penyampaian materi, SDTI 2026 juga dikemas secara interaktif untuk menanamkan pemahaman gizi sejak dini. Salah satu rangkaian acara yang menarik perhatian adalah sesi storytelling yang menyampaikan pesan tentang pentingnya konsumsi susu, daging, telur, dan ikan bagi pertumbuhan dan kesehatan anak.
Suasana semakin meriah saat peserta mengikuti kegiatan makan bersama dengan menu yang mengandung sumber protein hewani berupa susu, daging, telur, dan ikan. Kegiatan ini menjadi simbol kampanye konsumsi protein hewani sekaligus mengajak peserta untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia