POULTRYINDONESIA, Jakarta – Koperasi Produsen Usaha Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Kemitraan Jagung Pakan yang diselenggarakan Kementerian Pertanian (Kementan) pada Selasa (27/10/2026) di Auditorium Gedung F, Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, Koperasi LPER menjadi salah satu perwakilan koperasi dari Jawa Barat yang menandatangani kemitraan antara peternak dan petani jagung. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum Koperasi LPER, H. Mulyadi Atma, dengan disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian. Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara sektor pertanian dan peternakan, dengan dukungan Perum Bulog dalam penyerapan hasil panen jagung.
Koperasi LPER juga menghadirkan sejumlah anggota yang terdiri atas peternak dan petani dari berbagai wilayah, antara lain Bogor, Sukabumi, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur. Keterlibatan anggota dari berbagai daerah tersebut menunjukkan upaya koperasi dalam memperluas jaringan kemitraan sekaligus memperkuat kerja sama antarpelaku usaha di sektor pangan.
Dalam skema kemitraan ini, Koperasi LPER berperan mewadahi para peternak, sedangkan kelompok petani diwakili oleh Kelompok Tani Tunas Tani LPER yang merupakan bagian dari koperasi tersebut. Kelompok tani ini dipimpin oleh Subowo, yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Sementara itu, Perum Bulog diharapkan berperan dalam mendukung penyerapan hasil panen jagung melalui mekanisme kemitraan yang terencana dan berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan rantai pasok yang saling menguntungkan bagi petani maupun peternak. Bagi petani jagung, kemitraan ini membuka peluang pasar yang lebih jelas dan mendukung kepastian penyerapan hasil panen. Di sisi lain, peternak diharapkan memperoleh akses bahan baku pakan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Dengan demikian, hasil produksi pertanian dapat lebih terhubung dengan kebutuhan industri peternakan nasional.
Kemitraan ini sejalan dengan langkah Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketersediaan jagung untuk pakan ternak melalui kerja sama antara petani, peternak, dan pemangku kepentingan di sektor pangan. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan dukungan pemerintah berupa alokasi anggaran sebesar Rp300 miliar untuk pengadaan benih jagung. Dukungan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produksi jagung nasional sekaligus memperkuat sektor peternakan dari hulu hingga hilir.
Selain itu, pemerintah mendorong perluasan lahan pertanaman jagung serta penguatan mekanisme penyerapan hasil panen melalui keterlibatan Perum Bulog dan kelompok peternak. Dalam skema ini, Bulog diharapkan dapat membantu memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga ketersediaan jagung sebagai bahan baku pakan ternak. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan kepentingan petani sebagai produsen jagung dan peternak sebagai pengguna bahan baku pakan.
Bagi Koperasi LPER, partisipasi dalam kegiatan ini menjadi langkah untuk memperluas kemitraan sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penghubung antara sektor pertanian, peternakan, dan lembaga pangan nasional. Melalui keterlibatan Kelompok Tani Tunas Tani LPER serta kerja sama dengan Perum Bulog, koperasi berupaya mendorong rantai pasok yang lebih efisien dan meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternak rakyat.
Melalui kemitraan yang berkelanjutan, Koperasi LPER berharap dapat turut mendorong kemandirian pakan, meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group.