POULTRY INDONESIA, Nanjing – Gebyar pameran VIV China 2018 yang berlangsung pada 17-19 September 2018 lalu memberikan tampilan baru, dengan memilih penempatan pameran di kota Nanjing. Sebuah kota bagian dari Provinsi Jiangsi yang menjadi jantung produksi ternak negara China. 
Pameran perdagangan internasional dari pakan hingga peralatan peternakan berlangsung setiap dua tahun sekali bertempat di Nanjing International Expo Center (NIEC) yang menempati hall 4, 5 dan 6, dengan luas area lebih dari 40.000 meter persegi. Antrian panjang para pengunjung pameran sudah mengular di depan loket masuk sejak hari pertama pameran menjadi pertanda bahwa antusisme terhadap keberlangsungan pameran ini cukup besar, sejalan dengan target pengunjung yang ditetapkan oleh penyelenggara sebanyak 20.000 pengunjung yang lebih dari 90 negara.

Antrian pengunjung saat pembukaan pameran VIV China 2018.
 
Baca juga : Tren Budi Daya Cage Free di Berbagai Belahan Dunia
Sementara para peserta pameran mencakup seluruh rantai pasokan sektor dari pakan ke makanan, pameran kali ini menghadirkan lebih dari 600 peserta pameran China dan internasional. Selama tiga hari penyelenggaraan, lebih dari 10 forum, seminar, dan konferensi diadakan untuk menjembatani kerjasama pelaku peternakan profesional dari dalam negeri China dan  internasional. Forum dan konferensi tersebut antara lain dalam kerja sama mitra industri, termasuk diantaranya adalah untuk sektor perunggasan, seperti pertemuan tahunan IPC 2018 dan Konferensi Sirkulasi Produk Telur China ke-3 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengolahan Telur China. Yafi
Selengkapnya ulasan mengenai pameran VIV China 2018 akan dipublikasikan dalam Poultry Indonesia edisi cetak Oktober & November 2018.