POULTRY INDONESIA, Serang – Dalam rangkaian agenda menyongsong pameran Indo Livestock 2018 dan juga sebagai lanjutan sosialisasi gizi SDTI (Susu, Daging, Telur, Ikan) yang telah berlangsung pada 15 April lalu di Car Free Day Jalan Warung Buncit, hari ini (2/5) PT Napindo Media Ashatama mengadakan kunjungan ke salah satu pabrik pengolahan makanan berbasis produk unggas di Cikande, Banten yang tepatnya pabrik PT Primafood Internasional, merupakan food division dari PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. Kunjungan pabrik ini mengajak rombongan Ibu rumah tangga yang kurang lebih berjumlah 30 orang dari Kelurahan Gandaria Selatan, Jakarta Selatan.
Dewasa ini, masih banyak stigma negatif tentang produk hasil unggas maupun olahan produk unggas yang isunya di masyarakat diolah dengan tidak mementingkan aspek higienitas. Oleh karena itu, dengan kunjungan ke pabrik pengolahan hasil unggas PT Primafood tersebut, dapat meluruskan berbagai stigma negatif yang berkembang di masyarakat. Menurut Endah Wibowo selaku Humas PT Napindo Media Ashatama, stigma negatif masih merebak di masyarakat. Oleh karena itu Napindo yang memiliki concern terhadap pentingnya mengkonsumsi sumber protein hewani terutama produk olahan unggas ingin mengajak masyarakat agar melihat langsung bagaimana produk unggas diproses secara modern, higienis dan halal hingga sampai menjadi kemasan dan siap dikonsumsi oleh masyarakat.
Baca Juga : Napindo Ajak Masyarakat Konsumsi Sumber Protein Hewani
“Memang stigma negatif masih banyak beredar khususnya ayam broiler. Stigma tentang ayam yang besar karena disuntik hormon masih terdengar. Maka dari itu, kami mengajak para Ibu rumah tangga melihat langsung bagaimana proses di tempat pengolahan daging ayam, karena mereka merupakan pihak yang berperan penting dalam menyediakan panganan dalam rumah tangga untuk sehari-harinya” pungkas Endah.
Diharapkan dari hasil kunjungan ini para Ibu rumah tangga menjadi tahu bagaimana proses pengolahan makanan yang berbasis unggas dilakukan, sehingga tidak menyangsikan lagi faktor kehigenitasannya. Para Ibu pun merasa aman untuk menyajikan asupan protein hewani bagi anggota keluarga di rumah.