Poutryindonesia.com, Bogor. Pada tanggal 3 Oktober lalu, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB, menggelar seminar tentang efek penggunaan obat homeopati bagi peternakan. Homeopati adalah metode pengobatan alternatif dengan menggunakan produk yang berasal dari substansi alami seperti dari tanaman (belladona), hewan (tinta cumi-cumi), mineral dan logam (phospor). Berlangsung di Bogor, seminar ini menghadirkan pembicara Prof. Dr. Heinrich Enbergs dari Bonn University, Jerman dan A. Winny Sanjaya. Enbergs mengemukakan, pemilihan obat homeopati yang tepat sangat penting, karena kerja obat ini sesuai dengan mekanisme fisiologi tubuh sehingga efeknya aman.

Tidak ada efek samping negatif yang ditimbulkan, seperti imunosupresif dan efek toksik.

Menurutnya, homeopati juga mempunyai ciri dan kelebihan yang berbeda dengan allopati, pengobatan yang selama ini lazim digunakan.

Pengobatan dengan homeopati biasanya hanya menggunakan satu macam obat, jarang memakai kombinasi obat, sedang allopati menggunakan bermacam-macam obat, kadang-kadang dengan pengulangan.

Pada homeopati tidak ada efek berbahaya dari residu obat, sedang obat allopati punya batas waktu.”Karena daya larutnya tinggi, maka tak ada residu yang penting pada produk peternakan, sehingga produk dari hewan dapat lebih berkualitas dan harganya bisa lebih tinggi.

Selain itu, obat homeopati aplikasinya cepat, relatif murah sehingga tidak membuang biaya, dan obat ini ramah lingkungan,” tegasnya.

Di sisi lain Enbergs memaparkan, obat homeopati ini masih mempunyai berbagai kendala dalam penggunaannya, karena bagaimanapun pemberian satu jenis obat akan memberikan efek yang berbeda dengan pemberian kombinasi obat.

Selain itu, karena mekanisme kerja molekularnnya belum diketahui secara pasti, juga kurangnya informasi dalam bidang farmakologi, sehingga obat homeopati ini masih perlu dikaji lebih lanjut.

dewi