Program Bakti Pada Guru yang berlangsung di Jombang.
Penyerahan anugerah dalam bentuk piagam dilakukan oleh Yusuf Ngadri, Senior Manager MURI, kepada DR. HC. Thomas Effendy. SE., M.B.A, selaku ketua umum CPFI, di Aula Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur pada 11 Juli 2018 yang bertepatan dengan pelaksanaan BPG di wilayah Jombang. Selain itu, dalam acara ini juga berlangsung syukuran atas terlampauinya target 1.000 guru. Acara syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh ketua umum CPFI.
Thomas menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari corporate social responsibility (CSR), yang dibentuk secara berkesinambungan. Selama ini, CSR yang dilakukan sebagian besar memang menyasar bidang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), sampai perguruan tinggi. “Kami juga mempunyai program anak asuh, yang sudah kami laksanakan sejak tahun 1984 sampai sekarang,” sambung Thomas.
Diharapkan setelah mengikuti program ini para guru mendapatkan pembekalan dan pelatihan metode terkini yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tujuannya untuk membangun karakter positif siswa dan siswi di sekolahnya masing-masing, sehingga dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
Program Bakti pada Guru telah mendapatkan respons yang positif dari para guru di berbagai daerah. Antusiasme dan animo yang besar terbukti ketika para guru yang telah mengikuti pelatihan meminta agar ilmu dari pelatihan tersebut bisa disebarkan kepada guru yang lain. Maka dari itu, program Bakti pada Guru terus berlanjut hingga saat ini.
Pendidikan karakter untuk guru
Para undangan dan guru yang turut hadir.
Program Bakti pada Guru merupakan pelatihan penguatan pendidikan karakter yang bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang. Sampai dengan Juni 2018 telah dilaksanakan di 13 tempat, yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Hingga saat ini tercatat 1.091 guru SD dan SMP di berbagai daerah telah mengikuti pelatihan pendidikan karakter tersebut. Acara yang berlangsung di Jombang, berlangsung selama 2 hari yaitu 11–12 Juli 2018. Acara ini diikuti oleh 110 guru.
Suparman Sastrodimedjo, selaku Komisaris PT CPI menjelaskan bentuk CSR yang lain, diantaranya berupa pelayanan kesehatan, pembangunan tempat ibadah, dan juga di bidang pendidikan. “Dalam hal pendidikan, pihak CPI merancang suatu program CSR dengan target utama para guru,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Hastaning Sakti. M. Kes. selaku Dekan Fakultas Psikologi UNDIP Semarang menyatakan bahwa timnya siap bekerja sama dengan PT CPI untuk memberikan pelatihan pendidikan karakter bagi guru dalam program BPG.
Direktur Pendidikan Pesantren Tebuireng, yakni Kusnadi, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat senang dengan program yang dijalankan oleh CPFI ini dan mengharapkan akan ada program serupa yang dikhususkan untuk pondok pesantren. Untuk acara kali ini, dari total 400 lebih guru yang mengajar di Pondok Pesantren Tebuireng, 55 guru berpartisipasi. Ia juga berharap, meski tidak seluruh guru berpartisipasi, kedepannya akan ada kesempatan bagi guru-guru lainnya untuk mengikuti pelatihan ini dan guru yang ikut dalam program ini dapat menyebarkan atau menularkan kepada guru-guru lain. Pondok Pesantren Tebuireng sendiri didirkan pada tahun 1899 dan saat ini mengelola 10 unit pendidikan, mulai dari SD sampai perguruan tinggi.
Pecahkan rekor MURI
Program Bakti Pada Guru memperoleh rekor MURI.
MURI telah dikenal sebagai lembaga yang mencatat karya dalam kategori luar biasa atau superlatif, paling utama. Catatan-catatan itu dihimpun dengan harapan menjadi inspirasi agar berkarya lebih baik untuk negeri. Tahun lalu, CPFI menerima penghargaan dari MURI dalam bidang pendidikan yakni merenovasi 1.000 sekolah PAUD di Indonesia. “Dan hari ini kami menjadi saksi atas tercapainya target 1.000 guru, bahkan kami mencatat jumlah guru yang sudah mengikuti program ini sebanyak 1.091 guru, dan CPFI layak mendapatkan penghargaan dari kami,” tegas Yusuf Ngadri.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Priadi, yang mewakili Bupati Jombang, menyatakan apresiasi yang luar biasa kepada PT CPI yang telah mengalokasikan dana CSR untuk membantu guru agar dapat menguatkan pendidikan karakter.
Menurutnya, karakter bangsa Indonesia sejak sebelum merdeka pada dasarnya sudah sangat kuat, begitupun setelah Indonesia merdeka. Perkembangan teknologi yang luar biasa rupanya membuat karakter bangsa terpengaruh oleh karakter dan budaya barat khususnya. Akibatnya, kualitas karakter bangsa Indonesia sedikit demi sedikit tergerus sehingga membutuhkan upaya untuk menguatkan kembali karakter anak-anak Indonesia. “Pembentukkan karakter tidak bisa instan, butuh dibiasakan, butuh waktu yang berkesinambungan,” tegasnya.
Bambang Agus Susatyo, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur yang pada kesempatan tersebut mewakili Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, berharap agar kedepan Tebuireng bisa menjadi pusat pejuang pendidikan karakter untuk bangsa. Ia juga memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada CPFI. Sebab, ia menyatakan baru kali ini terdapat program CSR yang menyentuh para guru. Program ini sejalan dengan peran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan. “Sungguh sangat luar biasa bahwa ternyata ada perusahaan swasta yang peduli terhadap pendidikan,” ungkapnya.