Industri perunggas modern menghadapi berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya biaya pakan, kualitas bahan pakan yang beragam, stres lingkungan, hingga regulasi yang semakin ketat terkait penggunaan antibiotik. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya minat terhadap penggunaan aditif pakan yang dapat mendukung performa ternak, pemanfaatan nutrien, serta efisiensi produksi.
Sebagai salah satu aditif pakan yang penting, asam empedu memiliki peran utama dalam proses pencernaan, penyerapan, dan metabolisme lemak. Asam empedu membantu mengemulsikan lemak dalam pakan dan mendukung aktivitas enzim lipase, sehingga memfasilitasi pembentukan misel dan meningkatkan penyerapan lemak serta nutrien yang larut dalam lemak. Selain berperan dalam proses pencernaan, asam empedu juga terlibat dalam metabolisme lemak dan berfungsi sebagai molekul sinyal yang mengatur metabolisme tubuh. Mekanisme tersebut secara keseluruhan meningkatkan pemanfaatan energi dan nutrien yang larut dalam lemak dari pakan, sehingga dapat mendukung peningkatan performa produksi.
Dengan meningkatkan pemanfaatan lemak, asam empedu Runeon dapat membantu mengurangi akumulasi lemak abdominal, memperbaiki feed conversion ratio (FCR) sebesar 0,03–0,05, serta meningkatkan pertambahan bobot badan sebesar 5–10% pada ayam broiler. Penggunaan Runeon juga dilaporkan meningkatkan persentase karkas setelah eviscerasi (eviscerated yield) sebesar 5%.
Suplementasi asam empedu juga mendukung sekresi empedu dan fungsi hati yang normal. Hal ini sangat penting dalam mencegah akumulasi lemak di hati serta membantu mengelola Fatty Liver Hemorrhagic Syndrome (FLHS), yang dapat menyebabkan kematian pada ayam petelur berproduksi tinggi. Penggunaan asam empedu Runeon dilaporkan mampu menurunkan tingkat mortalitas pada ayam petelur dan ayam pembibit (breeder). Selain itu, suplementasi asam empedu dapat membantu meringankan beban kerja hati yang disebabkan oleh variasi kualitas bahan pakan maupun berbagai faktor stres lainnya.
Sebagai kesimpulan, asam empedu merupakan aditif pakan yang bernilai penting dalam mendukung pemanfaatan nutrien, kesehatan hati, dan efisiensi produksi, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap profitabilitas usaha. Penggunaan asam empedu dalam produksi unggas dapat menjadi salah satu strategi untuk membantu industri menghadapi berbagai tantangan yang terus berkembang.