Seiring meningkatnya tingkat stres panas (heat stress), unggas akan menunjukkan berbagai respons fisiologis seperti terengah-engah (panting), penurunan konsumsi pakan, serta berkurangnya aktivitas. Meskipun gejala-gejala tersebut mudah dikenali, perubahan metabolisme yang terjadi di hati sering kali tidak terlihat, namun dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, dan performa produksi secara keseluruhan.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa asam empedu tidak hanya berperan dalam meningkatkan pencernaan lemak, tetapi juga mendukung fungsi hati melalui pengaturan metabolisme lipid serta peningkatan kapasitas antioksidan. Dalam sebuah penelitian, broiler yang mendapat suplementasi asam empedu sebanyak 200 mg/kg selama kondisi heat stress menunjukkan peningkatan pertambahan bobot badan harian rata-rata dibandingkan ayam yang tidak mendapatkan suplementasi. Suplementasi asam empedu juga terbukti mampu mempertahankan struktur vili usus, meningkatkan ekspresi Farnesoid X Receptor (FXR) pada ileum, meningkatkan aktivitas enzim glutathione peroksidase (GSH-Px), serta membantu memulihkan keseimbangan mikrobiota usus yang terganggu akibat heat stress.
Selain itu, asam empedu mampu mengurangi proses pembentukan lemak di hati (hepatic lipogenesis) dengan menurunkan ekspresi gen-gen utama yang berperan dalam sintesis lemak, seperti sterol regulatory element-binding protein 1 (SREBP-1) dan fatty acid synthase (FASN) (Gambar 1). Kadar kolesterol total dan penimbunan lemak di hati juga menurun (Gambar 2), yang menunjukkan perbaikan metabolisme lipid hati serta perlindungan yang lebih baik terhadap kerusakan hati akibat heat stress.
Gambar 1. Pengaruh suplementasi asam empedu terhadap ekspresi gen-gen lipogenik di hati ayam broiler yang mengalami heat stress (Yin et al., 2021).
Gambar 2. Deposisi lipid di hati broiler yang diberi 0 atau 200 mg/kg asam empedu pada kondisi suhu nyaman (thermoneutral/TN) dan heat stress (HS). (A) TC = kolesterol total; (B) TG = trigliserida; (C–F) diadaptasi dari Yin et al., 2021.
Temuan ini menunjukkan bahwa fungsi asam empedu tidak hanya terbatas pada pencernaan lemak. Dengan mendukung kesehatan hati, menjaga fungsi sumbu usus–hati, serta mengurangi stres oksidatif, suplementasi asam empedu membantu unggas beradaptasi lebih baik terhadap kondisi heat stress. Di tengah tantangan suhu lingkungan yang semakin tinggi dan berdampak pada industri perunggasan global, penggunaan asam empedu menjadi salah satu strategi nutrisi yang praktis untuk meningkatkan ketahanan ternak sekaligus mempertahankan performa produksinya.