Awal pemeliharaan yang baik sangat penting bagi semua ayam. Namun, hal ini menjadi lebih krusial pada flok yang dipanen pada umur 28 hari atau kurang, karena seperempat atau lebih dari total masa pemeliharaan di kandang dihabiskan pada fase brooding (Gambar 1).
Perencanaan
Gunakan sesedikit mungkin flok induk dalam satu kandang untuk memaksimalkan keseragaman ukuran anak ayam dan status kekebalannya. Jika penggunaan beberapa flok induk tidak dapat dihindari, pertimbangkan untuk membuat kandang sekat atau brooding ring agar anak ayam tetap terkelompok. Saat DOC tiba, timbang sampel yang mewakili populasi untuk menghitung bobot awal serta koefisien variasi (CV%) atau tingkat keseragaman saat penempatan.
Persiapan Kandang dan Penempatan Anak Ayam
Persiapan area brooding harus selesai sebelum DOC tiba, termasuk penyebaran pakan dan pengisian seluruh tempat minum. Tergantung pada sistem pemanas yang digunakan, dapat diterapkan sistem brooding terpusat (Gambar 2) atau brooding setengah/seluruh kandang (Gambar 3). Ventilasi harus mengeluarkan gas berbahaya dan uap air tanpa menimbulkan hembusan udara yang mengganggu anak ayam. Anak ayam yang aktif dan memiliki nafsu makan yang baik memerlukan suhu udara dan suhu lantai yang tepat. Oleh karena itu, pemanasan awal kandang (pre-heating) sering kali diperlukan. Kelembapan relatif dan ukuran tubuh anak ayam juga memengaruhi suhu yang dirasakan oleh ayam. Setelah DOC ditempatkan, suhu kandang harus disesuaikan berdasarkan perilaku ayam (Gambar 4 dan 5). Pemantauan dan penyesuaian ini perlu dilakukan sepanjang fase brooding.
Tempatkan DOC langsung di atas kertas pakan agar mereka segera mendapatkan akses ke pakan dan tidak memakan litter. Tempat minum tambahan juga harus tersedia. Tambahkan pakan setiap 2–3 jam. Suara pakan yang ditaburkan di atas kertas serta aktivitas berjalan di dalam kandang dapat merangsang ayam untuk lebih aktif makan. Pada hari ketiga, kertas pakan dapat diangkat. Bentuk fisik pakan pada fase awal pemeliharaan sangat penting; gunakan crumble berkualitas baik yang telah diayak. Pada kondisi cuaca panas, pastikan suhu air cukup sejuk untuk mendorong konsumsi air yang optimal. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain membilas saluran air, menggunakan pendinginan evaporatif pada tangki air, atau memanfaatkan air dari cooling pad agar suhu air tetap rendah. Selama 24 jam pertama, nipple drinker harus diatur setinggi mata anak ayam. Setelah itu, ketinggiannya dinaikkan sehingga posisi punggung ayam membentuk sudut sekitar 35–45° saat minum. Untuk tempat minum terbuka, bagian dasar tempat minum harus sejajar dengan tinggi bahu ayam. Ketinggian tempat minum harus disesuaikan setiap hari seiring pertumbuhan ayam.
Memantau Keberhasilan Pemeliharaan
Pemeriksaan tembolok digunakan untuk mengevaluasi konsumsi pakan dan air. Hanya anak ayam dengan tembolok yang penuh, lunak, dan bulat yang dinilai memiliki crop fill yang baik. Evaluasi crop fill harus dilakukan hingga 48 jam setelah penempatan, dengan target lebih dari 95% ayam memiliki crop fill yang baik pada 24 jam pertama. Pada umur 7 hari, bobot badan ayam seharusnya mencapai minimal 4,5 kali bobot saat penempatan. Jika target ini tidak tercapai, praktik brooding dan program nutrisi perlu dievaluasi kembali.
Setelah Umur 7 Hari
Mulai umur 7 hari, sekat brooding dibuka sehingga ayam memperoleh ruang yang lebih luas. Pastikan ayam tidak mengalami ventilasi berlebihan yang dapat menyebabkan kedinginan, terutama jika menggunakan sistem ventilasi tunnel. Penerapan program pencahayaan yang memberikan periode gelap selama 4 jam per hari mulai umur 7 hari terbukti dapat meningkatkan pertambahan bobot badan, FCR, serta meningkatkan tingkat kelangsungan hidup (livability). Penambahan periode gelap yang lebih lama dapat memperlambat pertumbuhan ayam, tetapi berpotensi memperbaiki FCR dan livability. Oleh karena itu, aspek ini perlu dipertimbangkan dalam penyusunan program pemeliharaan.
Pantau konsumsi air setiap hari. Di daerah beriklim sedang, rasio konsumsi air terhadap pakan umumnya berkisar antara 1,8–2,0. Namun, pada cuaca panas rasio tersebut dapat mencapai 3,0. Upaya menjaga suhu air tetap di bawah 30°C akan membantu meningkatkan konsumsi air. Setelah periode awal pemberian pakan berlimpah (flood feeding), sistem pemberian pakan harus beralih ke operasi otomatis normal. Kedalaman pakan pada pan feeder perlu dikurangi setelah umur 7 hari untuk mendorong ayam lebih sering mengaktifkan sistem pakan. Penggunaan timer atau pemasangan lampu terang pada sensor pan dapat membantu proses ini.
Pemantauan waktu habisnya pakan secara rutin sangat penting untuk memastikan ayam tidak terlalu lama kehilangan akses terhadap pakan. Sekitar umur 10 hari, ayam harus mulai beralih dari pakan starter berbentuk crumble ke pakan grower berbentuk pelet. Usahakan agar ayam menghabiskan pakan di dalam pan feeder sehingga tidak terjadi konsumsi pelet secara selektif. Jika diperlukan, partikel halus (fines) yang tersisa di pan dapat dibersihkan pada umur 10–12 hari. Tingginya jumlah fines dapat menurunkan konsumsi pakan dan memicu gangguan kesehatan saluran pencernaan. Ketinggian pan feeder perlu diatur agar ayam harus berdiri saat makan, sehingga ruang makan dapat dimanfaatkan secara optimal. Mulai umur 22 hari, manajemen ventilasi menjadi semakin penting. Dorong ayam untuk lebih sering berdiri agar panas yang terperangkap di bawah tubuh dapat dilepaskan. Suhu, kelembapan, dan sistem ventilasi akan menentukan jumlah biomassa yang dapat ditampung oleh kandang. Oleh karena itu, kepadatan kandang mungkin perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada.
Pada flok yang dipanen pada umur 28 hari, setiap hari setara dengan sekitar 3,5% dari total masa pemeliharaan. Setiap kesempatan harus dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai performa, kesejahteraan, dan kesehatan ayam yang terbaik. Kunci keberhasilannya dimulai dari manajemen brooding yang tepat, kemudian diikuti dengan pemenuhan kebutuhan pakan, air minum, dan kenyamanan ayam.
Informasi selengkapnya, kunjungi info center di
www.aviagen.com atau scan QR code.