POULTRYINDONESIA, Jakarta – Upaya menekan biaya pakan di tingkat peternak rakyat mendapat langkah baru melalui kerja sama antara BUMN dan Koperasi Produsen LPER. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan, khususnya soybean meal (SBM). Pada tahap awal, kedua pihak berkomitmen merealisasikan penyaluran 5.000 ton SBM kepada anggota peternak rakyat binaan Koperasi LPER di berbagai daerah di Indonesia.
MoU tersebut dilaksanakan pada Selasa (18/8) dan ditandatangani oleh Ketua Umum Koperasi LPER, H. Mulyadi Atma, dan Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi. Penandatanganan turut dihadiri Direktur Operasional PT Berdikari, Agung Aulia, beserta jajaran PT Berdikari dan perwakilan Koperasi LPER.
Ketua Umum Koperasi LPER menilai kerja sama ini dapat memberikan alternatif bagi peternak dalam memperoleh bahan baku pakan. Pasalnya, pakan menjadi salah satu komponen terbesar dalam biaya produksi peternakan.
“Ini bukti nyata negara tidak meninggalkan peternak rakyat. Dengan SBM 5.000 ton di awal ini, kami optimis harga pokok produksi telur dan ayam bisa ditekan dan peternak bisa bangkit kembali,” ujarnya.
Melalui skema tersebut, pasokan SBM diharapkan dapat diperoleh peternak melalui jalur distribusi yang lebih pendek sehingga ketersediaan bahan baku dan harga di tingkat peternak dapat lebih terukur. PT Berdikari juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penyediaan bahan baku sekaligus menjalankan peran sebagai off-taker dalam membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi melalui koperasi.
Bagi peternak, kerja sama ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih baik terhadap bahan baku pakan, khususnya bagi peternak UMKM yang tergabung dalam Koperasi LPER. Dengan pasokan bahan baku yang lebih terjamin, produksi telur dan ayam ras diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
“Kami berkomitmen mengawali dari 5.000 ton ini. Target kami adalah membangun ekosistem peternakan ayam ras yang terintegrasi dan berkeadilan,” ujar Direktur BUMN terkait.
Penyaluran 5.000 ton SBM tersebut menjadi tahap awal kerja sama antara PT Berdikari dan Koperasi LPER. Selanjutnya, efektivitas program akan terlihat dari realisasi penyaluran, mekanisme distribusi, hingga harga SBM yang diterima peternak di tingkat akhir.