POULTRYINDONESIA, Bogor – Memasuki hari kedua rangkaian pelatihan budi daya ayam pedaging (broiler) dan petelur (layer), para peserta diajak turun langsung ke lapangan untuk meninjau implementasi teknologi kandang modern. Kegiatan yang diinisiasi oleh Komite II DPD RI bekerja sama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai tata kelola peternakan yang efisien dan berstandar nasional kepada para Tenaga Ahli (TA) Komite II DPD RI.
Setelah menerima materi teoritis pada Jumat (24/4/2026), fokus kegiatan pada Sabtu (25/4/2026) bergeser ke observasi fisik di dua lokasi berbeda. Peserta mengunjungi fasilitas kandang broiler di kawasan Tangerang dan kandang layer di wilayah Bogor.
​Dalam kunjungan tersebut, tim ahli dari CPI turut mendampingi peserta berkeliling fasilitas closed house. Penjelasan mendalam diberikan mengenai sistem biosecurity, manajemen lingkungan hingga fasilitas pendukung lainnya.
​Antusiasme peserta terlihat jelas melalui banyaknya diskusi interaktif di lokasi. Inisiasi ini merupakan langkah konkret Komite II DPD RI untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para peternak lokal.

Dengan menggandeng mitra strategis seperti CPI, diharapkan para peserta tidak hanya membawa pulang ilmu, tetapi juga mampu mengaplikasikan standar industri perunggasan nasional di daerah masing-masing.
Sementara itu, Ketua Komite II DPD RI, Dr. Badikenita Br Sitepu, S.E., S.H., M.Si. pada Jumat (24/4/2026) mengatakan bahwa saat ini sektor pertanian dan peternakan merupakan prioritas strategis nasional. Ia mendorong agar setiap daerah mampu membangun kemandirian dalam penyediaan protein hewani, khususnya melalui komoditas unggas yang dinilai lebih stabil dalam distribusi dibandingkan komoditas lainnya.
Menurutnya, kolaborasi dengan sektor swasta seperti CPI sangat penting dalam memberikan pendampingan kepada peternak lokal, mulai dari aspek teknis hingga manajemen usaha.
“Melalui kemitraan yang kuat, kita tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.