Heat stress (HS) atau stres panas merupakan salah satu kendala utama dalam produksi unggas, terutama di wilayah tropis. Kondisi ini dapat berdampak langsung terhadap performa produksi, kesehatan ternak, serta tingkat keuntungan usaha peternakan.
Apa itu Heat Stress?
Heat stress terjadi ketika tubuh unggas tidak mampu menyeimbangkan antara produksi panas di dalam tubuh dengan pelepasan panas ke lingkungan.
Unggas memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya rentan terhadap stres panas, antara lain:
  • Tidak memiliki kelenjar keringat
  • Tubuh tertutup bulu
  • Menghasilkan panas metabolik yang cukup tinggi
Ketika suhu lingkungan melebihi zona termonetral, unggas akan mengandalkan respons fisiologis, seperti terengah-engah (panting) untuk melepaskan panas tubuh. Namun, mekanisme ini sering kali berdampak pada penurunan performa produksi.
Tanda-Tanda dan Dampak terhadap Produksi
Gejala awal heat stress antara lain:
  • Unggas terengah-engah dengan frekuensi pernapasan meningkat
  • Penurunan konsumsi pakan
  • Peningkatan konsumsi air minum
  • Aktivitas menurun dan sayap terbuka untuk membantu pelepasan panas
Dampak terhadap produksi meliputi:
↓Penurunan pertumbuhan, produksi telur, dan efisiensi pakan (FCR)
↓Penurunan kualitas kerabang telur akibat ketidakseimbangan kalsium
↑Peningkatan deposisi lemak yang dapat menurunkan kualitas daging
↓Penurunan sistem kekebalan tubuh dan fertilitas
↑Peningkatan angka kematian pada kasus heat stress kronis
Strategi Nutrisi untuk Mengurangi Dampak Heat Stress
Pendekatan nutrisi yang tepat dapat membantu mengurangi dampak stres panas pada unggas. Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain:
  • Memberikan pakan pada waktu yang lebih sejuk
  • Meningkatkan kepadatan energi pakan, misalnya dengan penambahan lemak
  • Menurunkan kadar protein kasar dengan tetap menyeimbangkan asam amino
  • Menambahkan vitamin dan elektrolit seperti vitamin C, vitamin E, selenium, dan kalium
  • Memastikan ketersediaan air minum yang cukup dan bersuhu lebih sejuk
Runeon® Bile Acids: Mendukung Fungsi Hati saat Heat Stress
Pada kondisi heat stress, menjaga fungsi hati dan metabolisme lemak yang efisien menjadi sangat penting untuk mempertahankan performa unggas.
Runeon® Bile Acids memberikan solusi yang bekerja pada tingkat metabolisme dengan mendukung proses pencernaan sekaligus menjaga kesehatan hati.
Hasil penelitian dan pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa Runeon® bile acids dapat:
  • Meningkatkan pencernaan lemak dan pemanfaatan energi, sehingga membantu mengompensasi penurunan konsumsi pakan
  • Mengurangi penumpukan lemak pada hati serta menjaga integritas organ hati
  • Mengatur metabolisme lipid melalui jalur FXR, sehingga membatasi sintesis lemak berlebih
  • Meningkatkan kapasitas antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif akibat heat stress
Berbeda dengan penyesuaian nutrisi konvensional, Runeon® Bile Acids bekerja langsung pada jalur metabolisme tubuh. Dengan demikian, nutrisi dapat dimanfaatkan secara lebih efisien, bukan sekadar meningkatkan suplai nutrisi dalam pakan.