POULTRYINDONESIA, Tangerang – Pameran The International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (ILDEX) Indonesia 2026 resmi dibuka pada Rabu (16/9) di ICE BSD, Tangerang. Memasuki penyelenggaraan ke-8, ILDEX Indonesia tahun ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan peternakan dari Indonesia dan berbagai negara untuk membuka peluang kerja sama di bidang teknologi, investasi, ilmu pengetahuan, dan pengembangan industri.
Direktur PT Permata Kreasi Media (PKM), Fitri Nursanti Poernomo, mengatakan penyelenggaraan ILDEX Indonesia 2026 menjadi momentum penting karena mulai tahun ini pameran tersebut akan hadir setiap tahun. Menurutnya, ILDEX diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan yang semakin kuat bagi para pemangku kepentingan industri untuk bertemu, bertukar pengetahuan, membangun jejaring, dan membuka peluang kerja sama.
Sejak edisi pertama, ILDEX Indonesia secara konsisten diselenggarakan pada September. Menurut Fitri, bulan tersebut memiliki makna khusus bagi dunia peternakan dan kesehatan hewan Indonesia karena bertepatan dengan rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia yang berlangsung setiap tahun pada 26 Agustus hingga 26 September.
“Tahun ini kita memperingati 190 tahun perjalanan peternakan dan kesehatan hewan Indonesia. Kami merasa bangga bahwa ILDEX Indonesia telah turut memeriahkan dan menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ke-190,” ujar Fitri.
Momentum tersebut, lanjutnya, menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan panjang sektor peternakan dan kesehatan hewan Indonesia sekaligus melihat tantangan dan peluang di masa depan. Teknologi, inovasi, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi dinilai akan menjadi bagian penting dalam membawa industri ke tahap berikutnya.
“ILDEX merupakan platform yang menghubungkan Indonesia dengan global livestock technology community dan menghubungkan teknologi dengan kebutuhan masa depan Asia. Dan pada penyelenggaraan tahun ini, ILDEX Indonesia dan Horti Agri Indonesia diikuti oleh peserta dari 22 negara dengan 193 perusahaan, serta dilengkapi sekitar 50 sesi seminar dan business session,” ungkapnya.
Fitri mengatakan penyelenggaraan ILDEX bersama Horti Agri Indonesia juga didasari oleh semakin pentingnya keterhubungan antara sektor peternakan dan pertanian dalam membangun ketahanan pangan. Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat dibangun dengan melihat peternakan, tanaman pangan, air, teknologi pertanian, ketahanan terhadap perubahan iklim, dan sistem produksi pangan sebagai sektor yang berdiri sendiri.
Selain pameran, ILDEX Indonesia 2026 juga diramaikan dengan seminar internasional dalam rangka memperingati 100 tahun ditemukannya Newcastle Disease Virus. Seminar tersebut menghadirkan pakar dari berbagai institusi penelitian dan pendidikan, perusahaan teknologi dan biomedis, serta perwakilan World Organisation for Animal Health (WOAH) untuk berbagi pengetahuan dan perspektif mengenai perkembangan Newcastle Disease dan tantangan pengendaliannya.
Di area outdoor, ILDEX turut menghadirkan hewan hidup, antara lain sapi, kerbau, kambing, domba, dan ayam. Kehadiran hewan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai industri peternakan.
“Kehadiran live animals ini secara langsung memberikan gambaran yang lebih lengkap bahwa di balik teknologi, mesin, pakan, genetika, obat-obatan, informatika, serta berbagai inovasi yang kita lihat di dalam hall exhibition ini, pada akhirnya kita berbicara tentang makhluk hidup, peternakan, dan sistem pangan yang harus kita bangun secara berkelanjutan,” tuturnya.
Pesan mengenai pentingnya penguatan industri kemudian disampaikan pula oleh Makmun, Direktur Hilirisasi, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian RI, yang hadir menyampaikan sambutan Menteri Pertanian dalam acara pembukaan.
Makmun menegaskan bahwa ILDEX memiliki peran lebih luas dari sekadar pameran karena menjadi ruang untuk mempertemukan teknologi, investasi, ilmu pengetahuan, industri, dan pelaku peternakan dari Indonesia maupun dunia. Ia juga menempatkan ILDEX 2026 sebagai bagian penting dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190.
Menurut Makmun, tema tersebut membawa pesan bahwa Indonesia perlu semakin mampu memenuhi kebutuhan protein hewani melalui kekuatan produksi dalam negeri. Tantangan tersebut semakin besar seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan pangan serta protein hewani, sementara ketersediaan lahan untuk produksi pangan harus berhadapan dengan berbagai kebutuhan pembangunan lainnya.
Karena itu, pembangunan ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dalam satu ekosistem. Pemerintah, petani, peternak, dunia usaha, akademisi, investor, dan masyarakat perlu bergerak bersama untuk memperkuat sistem pangan nasional.
Dalam konteks tersebut, ILDEX 2026 dinilai dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, akademisi, investor, pelaku industri, dan mitra internasional. Kerja sama yang dibangun tidak hanya mencakup perdagangan, tetapi juga investasi teknologi, penelitian bersama, inovasi, dan kemitraan strategis.
“Yang kita perlukan sekarang adalah teknologi yang tepat, investasi yang produktif, inovasi yang berkelanjutan, dan kolaborasi yang memberikan nilai tambah. Pertumbuhan industri pada akhirnya harus memberikan ruang yang semakin besar bagi peternak Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang,” tambahnya.