POULTRYINDONESIA, Sumedang – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-43 Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI), mahasiswa peternakan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melaksanakan kegiatan Bakti Amal Mahasiswa Peternakan Indonesia (BAMPINAS) di Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang pada Rabu, (4/11/2026).
‎
‎Kegiatan yang mengusung tema “Aksi Gizi” tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi pangan, pengenalan inovasi produk olahan peternakan, serta pemanfaatan potensi pangan lokal. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat kolaborasi antar mahasiswa peternakan sekaligus membangun hubungan dengan masyarakat desa.
‎
‎Dalam sambutannya, Lutpi selaku Project Officer BAMPINAS menyampaikan bahwa mahasiswa tidak seharusnya hanya memahami Tri Dharma Perguruan Tinggi secara konseptual, tetapi juga harus mampu mengimplementasikannya melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat.
‎
“Selain menimba ilmu dalam bangku perkuliahan, mahasiswa perlu turun ke lapangan untuk mengetahui kondisi nyata sosial masyarakat, memahami berbagai persoalan yang dihadapi mereka, serta berkontribusi melalui ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki”.
‎
‎Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Ersyad Oktavian Ramadhan, menyampaikan pentingnya membangun kembali semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Ia menegaskan bahwa Desa Citali menjadi ruang belajar bersama bagi mahasiswa peternakan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
‎
‎”Melalui kegiatan ini, harapannya mahasiswa dapat saling bertukar pengetahuan, memperkenalkan inovasi dalam bidang peternakan, serta memperoleh pengalaman baru yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
‎
‎Masih dalam kesempatan yang sama, Asra Rizqolla selaku Ketua Umum Pengurus Besar ISMAPETI, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan pengabdian merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari pembangunan bangsa.
‎
‎”Pengalaman berinteraksi dan mengabdi kepada masyarakat seperti ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika kelak mengambil peran dalam berbagai bidang kepemimpinan, baik di tingkat desa, kabupaten, maupun provinsi”.
‎
Dari pihak desa, apresiasi disampaikan oleh Sekretaris Desa Citali, Nenden. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat, pengetahuan, serta pengalaman baru bagi masyarakat. Pihak desa juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk generasi mudanya untuk berkembang.
‎Selain kegiatan pengabdian masyarakat, rangkaian acara juga diisi dengan workshop pemasaran digital yang disampaikan oleh Dr. Hasni Arief, S.P., M.P. selaku Dosen dan Peneliti di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.
‎
‎”Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap sistem pemasaran dan transaksi jual beli saat ini. Berbagai platform digital seperti TikTok, Facebook, Tokopedia, dan Shopee kini menjadi sarana yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pemasaran produk,” ujarnya.
‎
‎Lebih lanjut, ia memperkenalkan konsep bauran pemasaran atau marketing mix yang terdiri atas empat unsur utama, yaitu produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan tempat atau distribusi (place). ‎Ia juga menekankan pentingnya kemampuan pelaku usaha peternakan dalam beradaptasi dengan perubahan karakteristik konsumen antargenerasi, mulai dari Generasi X, Generasi Milenial, Generasi Z, hingga Generasi Alpha.