Meski digunakan dalam jumlah kecil, feed additive mampu memberikan dampak besar pada performa dan efisiensi pakan unggas
Feed additive menjadi salah satu komponen penting dalam sistem produksi unggas. Penggunaan feed additive tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap pakan, tetapi juga digunakan sebagai strategi meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kesehatan ternak, dan mengoptimalkan performa pertumbuhan ayam secara keseluruhan. Untuk menggali lebih jauh mengenai topik ini, Poultry Indonesia berkesempatan melakukan wawancara bersama Aulia Rizaldi selaku Poultry Breeding Sales Specialist PT Mitra Berlian Unggas (MBU) secara tertulis pada Jumat, (24/4).
Definisi dan Jenis-Jenis Feed Additive
Dalam penjelasannya, Aulia Rizaldi memaparkan bahwa meskipun proporsi feed additive itu kecil dalam formulasi pakan, tetapi jika digunakan secara tepat maka dampaknya sangat signifikan.
“Feed additive adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pakan ternak dengan jumlah yang sedikit, dan setiap bahan yang ditambahkan memiliki tujuan masing-masing,” jelasnya.
Secara garis besar, Aulia mengelompokkan feed additive ke dalam beberapa kategori utama berdasarkan fungsi kerjanya. Antioksidan berperan dalam menjaga kualitas pakan dari kerusakan akibat proses oksidasi, terutama pada kandungan lemak dan vitamin dalam formula pakan. Asam organik, seperti asam sitrat, berfungsi menurunkan pH saluran pencernaan sehingga menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi pertumbuhan bakteri patogen. Sementara itu, probiotik dan prebiotik secara aktif meningkatkan keseimbangan serta keanekaragaman mikroflora usus ternak, sehingga mendukung fungsi pencernaan dan sistem imun. Selain itu, terdapat pula enzim, fitogenik (berbasis herbal), serta growth promoter alami yang kini semakin banyak dikembangkan sebagai alternatif dari bahan-bahan sintetis.
“Klasifikasi ini sifatnya terus berkembang, seiring dengan perkembangan ilmu nutrisi ternak dan bioteknologi. Bahkan, saat ini batas antara feed additive dan suplemen semakin kabur, karena banyak produk yang bekerja secara multifungsi,” ungkapnya.
Tujuan Penambahan Feed Additive
Ketika ditanya mengenai alasan penggunaan feed additive, Aulia Rizaldi menegaskan ada tiga tujuan utama yang sebetulnya saling berkaitan yaitu untuk meningkatkan kesehatan hewan, meningkatkan kualitas pakan, dan meningkatkan efisiensi proses pencernaan. 
“Ketiga tujuan ini saling berkaitan. Kesehatan ternak akan menciptakan kondisi fisiologis yang baik untuk pertumbuhan. Kualitas pakan memastikan bahwa kandungan nutrisi tidak mengalami degradasi sebelum dan selama proses penyimpanan maupun pemberian kepada ternak. Efisiensi proses pencernaan menjamin nutrisi yang tersedia dalam pakan dapat diserap secara maksimal oleh tubuh ternak”.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Tata Laksana pada majalah Poultry Indonesia edisi Mei 2026. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Mei 2026, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group.