POULTRYINDONESIA, Depok – Yayasan Pengembangan Pangan Indonesia (YAPPI) memperkenalkan arah baru dalam penyelenggaraan Indolivestock Services Award 2026, seiring transformasi organisasi dari Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia. Perubahan ini menandai perluasan fokus, dari yang semula bertumpu pada sektor peternakan, kini bergerak lebih luas ke ranah pangan dengan mengusung tema “Food for Better Lives”.
Ketua YAPPI, Desianto B. Utomo mengatakan bahwa pada penyelenggaraan kali ini, fokus penghargaan diarahkan ke sektor pangan dan tidak lagi terbatas pada peternakan. Cakupannya diperluas, mencakup pangan berbasis hasil peternakan maupun dari sektor pertanian.
“Kalau sebelumnya kita banyak menilai aspek peternakan, riset, atau produksi, tahun ini kita bergeser ke pangan. Bisa berbasis peternakan, bisa juga murni dari sektor pertanian. Yang kita cari adalah inovasi dan kontribusi nyata di bidang pangan,” ujar Desianto dalam konferensi pers di Cibubur, Kamis (30/4).
Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya untuk menempatkan praktik-praktik baik di lapangan sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan pangan. Apresiasi ini akan diberikan bagi berbagai inovasi pangan dan program sosial yang berjalan secara kontiniu dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Tiga kategori utama untuk penghargaan ini, antara lain dari korporasi, lembaga non-profit, serta tokoh atau individu yang memiliki kontribusi dalam kegiatan sosial di bidang pangan. Program yang dinilai mencakup beragam bentuk, mulai dari bantuan pangan, penyediaan pangan terjangkau, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada penguatan ketahanan pangan.
“Pemberian award ini bukan untuk kompetisi, tetapi sifatnya apresiasi untuk kegiatan pemberdayaan pangan kepada masyarakat yang berkesinambungan. Artinya bukan bantuan yang diberikan satu kali ketika ada bencana saja, tetapi yang telah dilakukan selama bertahun-tahun dan masih berlangsung sampai saat ini,” tambahnya.
Sementara itu, Bambang Suharno selaku Sekretaris YAPPI, menjelaskan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penjaringan dan pendaftaran, seleksi administrasi, hingga penilaian oleh tim juri sebelum penetapan penerima penghargaan. Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam penilaian, antara lain komitmen program, dampak sosial, serta keberlanjutan.
“Programnya bisa berupa bantuan pangan rutin, bazar pangan murah, dapur umum, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Yang penting itu berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Setya Winarno selaku Wakil Sekretaris YAPPI menambahkan bahwa organisasi tersebut memiliki perjalanan panjang sejak didirikan pada 2002 oleh berbagai organisasi profesi yang mewakili industri, akademisi, asosiasi, hingga pemerintah.
“Kiprah kita selama ini selain penilaian berskala nasional, juga aktif mengadakan seminar-seminar. Yang kita nilai dulu pelaku-pelaku industri peternakan, utamanya perunggasan. Penilaiannya bisa pembinaan SDM, rekayasa input, sampai inovasi produk,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mencontohkan bahwa sejumlah pelaku industri yang kini berkembang besar pernah melalui proses penilaian sejak tahap awal, bahkan hingga verifikasi langsung ke berbagai daerah, bahkan hingga ke Indonesia Timur.
Ia juga menyampaikan bahwa mekanisme penilaian dibedakan antara sektor industri dan pemerintah daerah, dimana untuk tahun genap akan difokuskan pada industri sementara tahun ganjil untuk pemerintah daerah.
“Dan ini masih berjalan sampai terakhir di Surabaya tahun lalu. Namun dengan nama kita berganti ke pangan, sehingga dari tahun ini akan lebih fokus ke pangan,” tutupnya.
Indolivestock Services Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17 Juni 2026 dalam rangkaian Indo Livestock Expo & Forum di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk 2, Jakarta. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga ruang berbagi praktik baik yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui link: https://bit.ly/Registration_Indolivestock_Award_2026.
Deadline pendaftaran: tanggal 8 Mei 2026.
Narahubung: Winarno (081310369438), Ilham (0895-6001-56612)
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia