JAPFA Hibahkan Kandang Penelitian Modern untuk UGM

Kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan dan swasta sangat penting untuk keberlangsungan penyediaan SDM untuk kemajuan perekonomian Indonesia. Inilah yang menjadi dasar terjalinnya kerjasama antara JAPFA dan UGM untuk memajukan sistem pendidikan yang kedepannya menghasilkan SDM yang siap terjun ke dunia industri.

0
825
Kebutuhan akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas menghadapi perkembangan teknologi yang cukup pesat dan semakin besarnya tantangan ke depan khususnya di industri peternakan menjadi sangat penting. Oleh sebab itu, perguruan tinggi sebagai salah satu lembaga pendidikan yang menjadi penyedia SDM, perlu didukung dari berbagai sektor, salah satunya dari swasta.
Hal inilah yang dilakukan oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melalui anak perusahaannya PT Ciomas Adisatwa menghibahkan research farm dengan sistem closed house kepada Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
“JAPFA sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri peternakan memiliki perhatian yang tinggi dan komitmen yang kuat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang peternakan. Komitmen tersebut kami wujudkan dalam bentuk kerjasama dengan lembaga pendidikan guna menunjang kemajuan inovasi akademik dan SDM di masa depan,” ungkap Syamsir Siregar, Presiden Komisaris JAPFA dalam sambutannya pada peresmian dan penandatanganan prasasti hibah Research Farm (closed house) tanggal 23 April 2019 lalu.
Kerja sama antara JAPFA dan Fakultas Peternakan UGM ini dimulai pada tahun 2003 dengan pembangunan Teaching Farm, yang dilanjutkan pembangunan Laboratorium Pasca-Panen pada tahun 2017, dan kali ini JAPFA kembali menghibahkan Research Farm untuk semakin mendukung kegiatan akademis.
Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., Dekan Fakultas Peternakan UGM menyampaikan bahwa kerja sama tersebut telah terjalin lebih dari 1 dekade. “Kandang research farm dari JAPFA menjadi kado ulang tahun emas bagi Fakultas Peternakan UGM yang tahun ini berulang tahun ke 50. Saya berharap kedepannya UGM dapat menghasilkan penelitian yang lebih relevan dan aplikatif di dunia industri, khususnya penelitian di negara-negara tropis yang memiliki iklim spesifik. Sehingga dapat mendukung mimpi UGM menjadi the best five in asia dan the best ten in tropical countries,” lanjutnya.
Kerjasama JAPFA dan UGM ini mewujudkan kosep “link and match” antara lembaga pendidikan dan swasta yang terjalin harmonis. Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng, Rektor UGM mengungkapkan bahwa UGM berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada JAPFA atas kerjasama yang telah terjalin begitu lama ini. Research farm ini selain sangat bermanfaat untuk mahasiswa Fakultas Peternakan bisa menjadi tempat yang sinergi untuk pengembangan dengan fakultas lain.
Hibah research farm modern
Pangan sebagai kebutuhan pokok manusia menjadi hal yang fundamental dan harus terpenuhi dalam kehidupan. Populasi manusia diperkirakan akan terus meningkat sekitar 1,1% per tahun atau 8,3 juta jiwa per tahun.
Peningkatan populasi akan berbanding lurus dengan kebutuhan pangan yang semakin meningkat. “Dengan kebutuhan pangan yang semakin meningkat, dan luas lahan semakin sempit, satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi sumber pangan, salah satunya yakni produk ayam,” tutur Dr. Ir. Ferry Poernama M.Sc, Adjunct Profesor Fakultas Peternakan UGM dan Head of Technology and Nutrition JAPFA.
Laboratorium Pasca Panen Peternakan hibah Japfa untuk UGM
Mengutip data dari Kementerian Kesehatan yang mengungkapkan angka stunting pada balita sebesar 30,8%, yang merupakan indikasi adanya kekurangan gizi pada balita. “Sektor peternakan ayam pedaging (broiler) sebagai salah satu penyumbang terbesar protein hewani akan selalu dibutuhkan untuk pemenuhan gizi manusia di dunia,” lanjut Ferry.
Untuk peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi, diperlukan pengembangan riset yang dilakukan oleh industri maupun perguruan tinggi. Hal ini yang menjadi salah satu pertimbangan JAPFA memberikan hibah research farm kepada Fakultas Peternakan UGM untuk mendukung pengembangan penelitian di bidang perunggasan.
Research farm ini merupakan miniatur dari kandang penelitian yang dimiliki JAPFA. Kandang penelitian JAPFA sendiri merupakan kandang penelitian terbesar di dunia. Dengan fasilitas research farm, Fakultas Peternakan UGM diharapkan hasil penelitian lebih akurat dan menghasilkan lulusan terbaik untuk menjadi penerus pelaku industri perunggasan kedepannya,” jelas Ferry.
Research farm sistem closed house yang dihibahkan memiliki ukuran luas 8 x 24 m2 dengan kapasitas 48 replikasi, yang masing-masing replikasi memilliki ukuran 2 x 1.5 m2 dan setiap kandang replikasi mampu menampung 32 ekor ayam penelitian. Dengan kapasitas seperti ini, diharapkan keakuratan hasil penelitian mendekati sempurna untuk nantinya dapat diaplikasikan di industri peternakan.
Kuliah umum untuk Mahasiswa UGM
Ferry juga menyampaikan Kuliah Umum bagi para mahasiswa S1, S2, dan S3 Fakultas Peternakan UGM bersama R. Syaprudin selaku National Poultry Environment Advisor JAPFA. Dalam kuliah umum tersebut JAPFA membagikan informasi mengenai peningkatan efisiensi dan produktivitas broiler melalui penelitian dan pengembangan serta penjelasan komprehensif mengenai manajemen closed house.
Mendukung pengembangan penelitian
Selain research farm, sebelumnya JAPFA telah membangun teaching farm dan Laboratorium Pasca-Panen. Teaching farm dengan sistem closed house yang terletak di Desa Kalitirto memiliki luas kandang 7,5 – 50 m2 dengan kapasitas 5200-5300 ekor. Dapat digunakan oleh mahasiwa untuk melakukan pembelajaran bagaimana cara produksi atau pemeliharaan ayam yang benar. Sedangkan bangunan Laboratorium Pasca-Panen (rumah potong hewan unggas) terletak di area yang tidak berjauhan. Laboratorium ini mampu memotong ayam dengan kapasitas 23.000 ekor/harinya.
Achmad Dawami selaku Deputy Head of Commercial Poultry JAPFA mengungkapkan dengan adanya Laboratorium Pasca-Panen ini dapat memberikan contoh proses pemotongan dan pengolahan ayam yang higienis. “Di laboratorium pasca panen kita dapat mengetahui proses pengolahan ayam yang halal, hygienic dan clean. Fasilitas ini terbuka untuk siapapun seperti sekolah-sekolah ataupun instansi pemerintahan disekitar Yogyakarta yang akan melakukan penelitian ataupun training, tentunya melalui Fakultas Peternakan UGM,” ungkap Dawami sapaan akrabnya.
Lebih lanjut Dawami menjelaskan bahwa dengan proses pengolahan yang halal, higienis dan bersih, daging ayam aman untuk dikonsumsi masyarakat dan memiliki kualitas terbaik sehingga tujuan akhirnya protein hewani asal unggas ini dapat memberikan hasil yang maksimal untuk berkontribusi meningkatkan kecerdasan bangsa.
JAPFA berharap kerjasama ini terus terjalin dan dapat terus memberikan sumbangsih terhadap dunia pendidikan dan yang terpenting kerjasama ini dapat menjadi kajian dan pembelajaran civitas akademik agar lebih mengembangkan dunia peternakan. Lebih jauh lagi JAPFA berharap dapat memberikan dampak keberlangsungan dan pengembangan generasi peternakan di Indonesia dan terjaminnya pasokan protein hewani bagi masyarakat.