Ditjen PKH menjamin ketersediaan dan pasokan komoditas pangan asal hewan aman jelang lebaran
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan daging sapi, daging dan telur ayam ras cukup menjelang Hari Raya ldul Fitri 1440 H. Direktur Jenderal Petemakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita memastikan hal ini berdasarkan perhitungan kebutuhan dan ketersediaan daging sapi/kerbau, daging dan telur ayam ras. “Stoknya surplus, sehingga kondisinya sangat aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H ini,” kata Ketut pada acara Bincang Asik Pertanian Indonesia di Gedung C Kompleks Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan (31/5).
Menghadapi Puasa dan ldul Fitri tahun 2019, Kementan mencatat ketersediaan ayam ras dengan menghitung potensi produksi dan kebutuhan pada bulan Mei-Juni 2019, daging ayam diprediksi surplus sebanyak 30.373 ton, dan komoditas telur akan surplus sebanyak 153. 761 ton. Hal ini berdasarkan angka kebutuhan telur sebanyak 326.329 ton, sedangkan stok persediaannya 480.090 ton. Dalam menjaga ketersediaan serta stabilitas harga pangan, Ketut menjelaskan bahwa pemerintah mewaspadai tiga aspek utama yaitu: (1) kecukupan stok; (2) distribusi; dan (3) kenaikan permintaan. Kementan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk melakukan penghitungan supply-demand bahan pangan pokok (daging sapi/kerbau, daging ayam dan telur) secara periodik, dalam Rapat Koordinasi Teknis yang dikoordinir Kemenko Perekonomian bersama Kemendag, Kemenperin, dan BPS.
Khusus terkait pemantauan harga, Ditjen PKH melalui Petugas Pelayanan lnformasi Pasar (PIP) terus melakukan pemantauan data harga di 158 kabupaten/kota, utamanya untuk komoditas sapi hidup, ayam ras, telur ayam ras di tingkat produsen. Adapun harga tingkat konsumen diperoleh melalui koordinasi dengan Sadan Ketahanan Pangan (BKP) Kementrian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.
Langkah strategis lain yang dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan serta keamanan mutu pangan, Ditjen PKH telah menyampaikan Surat Edaran No 02.022/TU.020/F5/05/2019 tanggal 2 Mei 2019 kepada Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di seluruh Provinsi, Kabupaten maupun Kota untuk meningkatkan pengawasan keamanan dan peredaran pangan asal hewan. Lalu Kementerian Pertanian juga memastikan seluruh produk hewan yang beredar telah diproses, didistribusikan, dan dipasarkan di fasilitas unit usaha yang telah terdaftar dan diakui oleh otoritas berwenang setempat.
Ketut mengungkapkan hal tersebut dilakukan juga untuk mengantisipasi potensi praktik penyimpangan dan pemalsuan produk hewan di sepanjang rantai produksi produk hewan, mengoptimalkan kegiatan pengawasan dan penyidikan terhadap setiap temuan, serta mengkoordinasikan kegiatan pengawasan tersebut dengan Laboratorium Kesmavet Pusat/Daerah untuk dukungan fungsi pengujian. “Kami harap dengan adanya pasokan produk hewan ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dalam jumlah yang cukup dan harga terjangkau, maka masyarakat dapat merayakan lebaran dengan tenang,” pungkas Ketut.