Dokter hewan harus memiliki kompetensi serta bertindak secara profesional dalam menjalankan tugas (Foto : PI_Farid)
Layanan profesi dokter hewan adalah melayani dan menangani segala urusan terkait hewan, produk hewan dan penyakit penyakitnya secara profesional. Dari segi pelayanan, seperti yang disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PDHI Dr. drh. Heru Setijanto, PAVet(K), ada lima kelompok hewan yang menjadi ruang lingkup pekerjaannya, yakni kelompok hewan pangan, kelompok hewan kesayangan dan hewan eksotik, kelompok satwa liar, kelompok hewan akuatik dan marine mammals, dan yang terakhir kelompok hewan-hewan laboratorium.
Berdasarkan pengelompokan tersebut, seorang dokter hewan harus mempunyai kompetensi yang wajib dikuasai sesuai dengan apa yang menjadi objek penanganannya. Heru mengatakan, PDHI sebagai organisasi profesi yang menghimpun seluruh dokter hewan juga memiliki 20 organisasi nonteritorial yaitu organisasi sesuai dengan minat, keilmuan dan bidang pekerjaan para dokter hewan. Beberapa di antaranya adalah Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI), Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia (IDHKI), Ikatan Dokter Hewan Sapi Perah Indonesia (IDHSPI), Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Indonesia (ADHPHKI), Asosiasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Indonesia (ASKESMAVETI) dan lain-lain. Organisasi Non-Teritorial (ONT) inilah yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kompetensi anggota PDHI sesuai dengan minat, keilmuan maupun bidang pekerjaannya.
Baca Juga : Sinergi Industri dan Akademisi Wujudkan Modernisasi Budi Daya Unggas
Tugas dokter hewan juga tidak sesederhana seperti apa yang dilihat oleh kebanyakan orang, yaitu hanya menyuntik dan mengobati. Namun, ada tugas lain yang jauh lebih besar yaitu security, safety, assurance, animal welfare, dan animal health services. Seorang dokter hewan mempunyai tanggung jawab untuk membuat aman sebuah negara agar tidak kemasukan atau mengeluarkan hewan sakit yang berpotensi membawa penyakit menular. Dokter hewan juga harus bisa memastikan pangan yang berasal dari hewan ternak aman untuk dikonsumsi, dan mampu memberi pelayanan kesehatan kepada hewan sehingga hewan- hewan tersebut terjamin kesejahteraannya.
Melihat kenyataan bahwa seorang dokter hewan harus bekerja sesuai dengan sumpah dan kode etiknya, maka PDHI sebagai organisasi induk yang bertanggung jawab terhadap kompetensi para anggotanya memutuskan bahwa seorang dokter hewan wajib memiliki sertifikat kompetensi. Hal tersebut merupakan amanat Kongres ke-16 PDHI di Semarang pada tahun 2010. Dalam melakukan layanan profesi, seorang dokter hewan harus terbukti berkompeten. Kompetensi inilah yang harus dijaga dan jangan sampai pada saat melakukan layanan tidak bisa memberikan layanan terbaiknya. “Mengenai sertifikasi kompetensi, hal tersebut bahkan sudah diatur di dalam peraturan perundang-undangan. Bahwa yang dimaksud dengan tenaga kesehatan hewan adalah orang yang menjalankan akivitas di bidang kesehatan hewan berdasarkan kompetensi dan kewenangan medik veteriner yang hierarkis sesuai dengan pendidikan formal, dan atau pelatihan kesehatan hewan bersertifikat. Selain itu, tentu juga harus tunduk kepada sumpah dan kode etik profesi,” ujarnya kepada Poultry Indonesia di Jakarta, Selasa (14/8).
Baca Juga : Tenaga Terampil Bidang Peternakan Sangat Dibutuhkan
Menurut Heru, program sertifikasi kompetensi ini sudah berjalan baik. Sejak dokter hewan baru lulus dari perguruan tinggi, mereka diwajibkan untuk mengikuti Ujian Nasional Sertifikasi Kompetensi. Dalam hal ini, ujian sertifikasi kompetensi dilakukan oleh Komite Ujian Nasional Sertifikasi Kompetensi Dokter Hewan Indonesia. “Komite ujian nasional ini bekerja secara profesional, kalau yang lulus akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari PDHI. Sertifikat inilah yang bisa menjadi bukti bahwa seorang dokter hewan memang benar-benar memiliki kompetensi,” tukasnya. Farid
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi September 2018 di halaman 95 dengan judul “PDHI, Mengutamakan Kompetensi Dokter Hewan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153