Penandatanganan prasasti hibah closed house antara CPI dengan UGM.
Perkembangan yang pesat di industri peternakan sangat perlu diimbangi dengan pengetahuan mumpuni dan pelatihan mengenai kandang closed house yang seharusnya bisa didapatkan di perguruan tinggi. Untuk menunjang hal tersebut, PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) sebagai salah satu perusahaan perunggasan terbesar di Tanah Air, turut mengambil peran dalam mendorong berkembangnya pengetahuan tentang kandang modern di perguruan tinggi.
Hal ini diwujudkan oleh CPI dengan menghibahkan kandang closed house broiler di beberapa universitas di Indonesia, salah satunya Universitas Gadjah Mada (UGM). Tepatnya pada 20 Desember 2018, dilaksanakan penyerahan dan peresmian kandang closed house broiler hibah CPI berkapasitas 6.000 ekor yang bertempat di Fakultas Peternakan UGM.
Mendorong pengembangan inovasi
Hal tersebut disambut penuh antusias oleh pihak Fakultas maupun Universitas. Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU dalam sambutannya menegaskan bahwa ini sebuah langkah partnership strategic yang baik antara UGM dan CPI guna menunjang kemajuan inovasi akademis dan SDM peternakan kedepannya. “Diharapkan para lulusan peternakan kedepannya tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga teknologi dan semangat kewirausahaan (entrepreneurship),” ungkapnya.
Prof. Ali menilai jika saat ini industri peternakan merupakan bidang yang terintegrasi, dan harapannya dengan kehadiran bisnis perunggasan dengan sistem kandang closed house ini bisa dikembangkan di tengah industri 4.0 dan juga tren urban farming pada masyarakat. Untuk itu, kehadiran closed house ini dapat menjadi pemantik untuk pengembangan kedepan. Dengan hadirnya kandang closed house tersebut, Prof. Ali mengajak berbagai pihak civitas akademika UGM baik Fakultas Peternakan, Kedokteran Hewan, Teknik, maupun Ekonomi Bisnis untuk terlibat dalam mengembangkan inovasi berbasis akademis dari hulu ke hilir.
“Karena ini konsepnya memang bisnis, jadi banyak pihak bisa terlibat. Kami tidak bisa menyembunyikan rasa bangga dan kebahagiaan kami atas kehadiran kandang closed house ini,” ungkap Prof. Ali.
Sementara itu, Dr. (HC) Tjiu Thomas Effendy, SE., MBA., selaku Presiden Direktur PT Charoen Pokhphand Indonesia menyampaikan bahwa kandang yang diresmikan di UGM ini merupakan kandang ke-7 dari program hibah kandang closed house di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, setelah sebelumnya sudah dibangun di Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Univeritas Jenderal Soedirman, Universitas Negeri Lampung, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Andalas.
Meninjau langsung kandang closed house, hibah CPI kepada UGM, yang dilengkapi dengan berbagai teknologi, salah satunya CCTV.
Thomas menyampaikan, jika idealnya secara ekonomis kandang closed house berkapasitas minimal 20.000 ekor, namun karena keterbatasan lahan, akhirnya disepakati untuk UGM kapasitas yang dibangun sebesar 6.000 ekor. Meskipun relatif kecil, Thomas menjelaskan, bahwa kandang hibah yang berlokasi di UGM ini merupakan kandang pertama yang dilengkapi dengan CCTV yang tersambung langsung ke ruangan Dekan Fakultas Peternakan UGM.
“Kapasitas kecil tidak masalah, karena tujuan kita menghibahkan kandang ini dalam rangka untuk proses belajar mengajar. Supaya nanti kedepannya sarjana peternakan sudah siap dan mengerti tentang proses budidaya ayam closed house,” jelasnya. Adapun tujuan CPI menghibahkan kandang closed house ini sebagai media pembelajaran, penelitian, dan peningkatan daya saing industri peternakan di kancah global.
Kandang yang beroperasi di Fakultas Peternakan UGM tersebut nantinya bisa digunakan untuk pengamatan baik langsung maupun tidak langsung (menggunakan kamera CCTV) sehingga ketika mahasiswa berada di dalam kelas dapat melihat pola perilaku dan pertumbuhan broiler.
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., di dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada CPI, karena hal tersebut sejalan dengan cita-cita dari UGM untuk meningkatkan inovasi di berbagai bidang. Sebab terjadi pergeseran paradigma dari perguruan tinggi dimana dulu perguruan tinggi sebagai penyedia tenaga terdidik (agent of education), kemudian berganti menjadi penghasil lulusan dan ilmu pengetahuan (agent of research), dan sekarang pemerintah mendorong perguruan tinggi sebagai agent of economic development.
“Saya berharap kedepannya, bisa dilaksanakan hilirisasi inovasi dari perguruan tinggi untuk masyarakat, dan kepada mitra-mitra yang sudah malang melintang di dunia Industri juga bisa terlibat masuk ke pendidikan sehingga apa yang kita teliti nantinya itu memang dibutuhkan di dunia bisnis,” terang Panut.
Sebagai tambahan, kandang closed house di Fakultas Peternakan UGM ini sudah dilakukan uji coba untuk beroperasi. Hasil yang didapatkan, yakni Index Performance (IP) broiler mencapai 436 dimana rata-rata IP hanya 346.
Kuliah Umum “Industri Peternakan 4.0”
Kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Presiden Direktur CPI.
Tidak hanya meresmikan kandang closed house, pada acara tersebut juga dilaksanakan kegiatan lainnya, yaitu pengangkatan Presiden Direktur CPI, Dr (HC)., Tjiu Thomas Effendy, S.E., MBA., sebagai dosen luar biasa di Fakultas Peternakan UGM. Prof. Ali Agus selaku dekan menyampaikan bahwa pengangkatan dosen luar biasa tersebut sudah melalui perundingan yang lama, beliau menilai dengan pengalaman puluhan tahun di bidang bisnis peternakan dengan capaian yang luar biasa perlu ditularkan kepada para mahasiswa kedepannya.
Acara tersebut ditutup dengan sesi kuliah umum dengan tema “Tantangan Dunia Peternakan dalam Revolusi Industri 4.0” oleh Dr. (Hc). Tjiu Thomas Effendy, SE., MBA., di auditorium Fakultas Peternakan UGM. Pada sesi tersebut Thomas menyampaikan perubahan dan tantangan pembangunan peternakan kedepannya, salah satunya melalui teknologi mutakhir. Thomas juga berpesan bahwa mahasiswa peternakan harus bisa meningkatkan keahlian untuk kebutuhan industri masa mendatang, berkolaborasi, karena kedepannya persaingan tidak hanya dengan manusia namun dengan robot untuk menunjang efektivitas pemeliharaan.