Pertumbuhan cepat, panas ekstrem, dan ventilasi buruk adalah kombinasi berbahaya yang diam-diam menggerus performa kandang broiler di Indonesia.
Pernahkah anda melihat broiler yang perutnya membesar secara tidak wajar? Kondisi ini biasa disebut water belly atau ascites. Di balik besar perutnya, ada rangkaian gangguan sirkulasi yang melibatkan jantung, paru-paru, dan sistem metabolisme.
Untuk menyelami lebih dalam mengenai ascites, Tim Poultry Indonesia mewawancarai drh. Lidya Ester Siahaan, selaku Senior Technical Service · PT Sehat Cerah Indonesia secara tertulis pada Selasa, (19/5). Menurutnya, broiler modern tumbuh begitu cepat sehingga kebutuhan oksigen tubuhnya meningkat drastis, sementara kapasitas paru dan jantung tidak selalu mampu mengimbangi. 
“Ketika kebutuhan oksigen tinggi, terjadi peningkatan tekanan pada pembuluh darah paru atau yang disebut pulmonary hypertension. Dari sini kerja jantung kanan menjadi semakin berat, sirkulasi terganggu, dan cairan mulai menumpuk di rongga perut. Ascites bukan penyakit tunggal, melainkan hasil akhir kegagalan fisiologis,” ujarnya.
Ketika Panas Jadi Pemicu
Di negara tropis seperti Indonesia, ascites punya musuh yaitu panas. Menurut drh. Lidya, hubungan antara heat stress dan ascites sangat erat dan tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Saat suhu lingkungan tinggi, ayam akan panting (bernapas cepat dengan mulut terbuka) sebagai upaya membuang panas tubuh. Tapi ternyata aktivitas ini mengganggu keseimbangan oksigen dan karbon dioksida, efisiensi pertukaran gas menurun, dan tubuh mulai mengalami hipoksia.
“Broiler modern punya laju metabolisme yang sangat tinggi. Ketika suplai oksigen tidak mencukupi dalam jangka panjang, kondisi ini memicu hipertensi pulmonum dan akhirnya ascites,” jelasnya.
Di lapangan, lonjakan kasus ascites hampir selalu bertepatan dengan musim kemarau berkepanjangan, gangguan sistem cooling, kandang close house dengan ventilasi yang tidak optimal, atau kepadatan yang terlalu tinggi. Ditambah lagi, heat stress sendiri sudah melemahkan ayam dari berbagai sisi sehingga kondisi metabolik ayam semakin mudah terguncang.
Ascites adalah Penyakit Multifaktorial
Tidak ada satu penyebab tunggal yang bisa disalahkan sepenuhnya atas terjadinya ascites. Meski begitu, Lidya menyebut sejumlah faktor yang paling sering ditemui di lapangan Indonesia.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Kesehatan pada majalah Poultry Indonesia edisi Juni 2026. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juni 2026, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group.