POULTRYINDONESIA, Balaraja – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) menerima kunjungan Pemerintah Provinsi Banten dalam rangka memperkuat sinergi antara sektor industri perunggasan dan pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan serta pengembangan sektor peternakan di daerah, bertempat di pabrik Charoen Pokphand Indonesia Balaraja, Senin (29/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di fasilitas produksi CPI tersebut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Banten Andra Soni, S.M., M.AP beserta jajaran pemerintah daerah, di antaranya Drs. H. Kurnia Satriawan, M.Si, Ak. CA (Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan),  Ir. Virgojanti, M.Si (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Banten), Dr. Iwan Hermawan, ST. MM (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten), Drs. Septo Kalnadi, MM (Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten), Wawan Gunawan, S.Sos, M.Si. (Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten) dan Dr. Nasir, SP., M.B.A., MP (Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten).
Dalam sambutannya, Komisaris PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Suparman, menyampaikan bahwa perusahaan telah memulai perjalanan usahanya sejak 1969 dan mulai beroperasi secara resmi pada 1972. Berawal dari pengembangan DOC (day old chick), perusahaan kemudian memperluas kegiatan usaha ke breeding farm, produksi pakan, hingga membangun sistem bisnis peternakan yang terintegrasi.
Saat ini, CPI telah mengembangkan jaringan operasional di berbagai wilayah Indonesia dengan total 11 pabrik yang mendukung rantai pasok sektor peternakan nasional. “Selama perusahaan memproduksi DOC, maka perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk menyediakan pakan yang berkualitas agar menghasilkan performa ayam yang optimal,” ungkap Suparman.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan bisnis perusahaan tidak hanya berfokus pada produksi pakan, tetapi juga menciptakan ekosistem dari hulu hingga hilir yang mencakup breeding farm, produksi pakan, budidaya, rumah potong unggas (RPHU), hingga pengolahan produk pangan.
Menurutnya, model usaha terintegrasi tersebut turut memberikan dampak ekonomi yang luas melalui keterlibatan berbagai sektor pendukung seperti transportasi, penyedia bahan baku, hingga petani lokal.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi atas kesempatan melihat secara langsung proses produksi pakan ternak serta sistem operasional yang dijalankan perusahaan. Ia menilai keberadaan industri pakan ternak memiliki peran strategis dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan multiplier effect bagi masyarakat sekitar.
“Pemerintah harus memastikan ekosistem ketahanan pangan berjalan dengan baik. Kehadiran industri seperti CPI bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menggerakkan sektor lain seperti petani jagung, petani padi, jasa logistik, dan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Banten juga mencermati besarnya potensi daerah yang dapat dioptimalkan melalui kolaborasi dengan industri, terutama karena posisi geografis Banten yang strategis dan didukung infrastruktur yang kuat.
Andra Soni menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah mendorong pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui pola kemitraan, termasuk membuka peluang pengembangan usaha peternakan rakyat untuk memperkuat akses protein sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, Banten memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan sektor unggas karena didukung keberadaan industri, ketersediaan DOC, akses pasar, serta sumber daya manusia yang dapat dikembangkan. “Kami ingin membangun pola pemberdayaan yang tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi menciptakan kemandirian masyarakat melalui usaha produktif. Jika ekosistemnya sudah tersedia, maka keberadaan industri besar juga dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Pemprov Banten membuka ruang kolaborasi dengan CPI dalam mendukung program pembangunan daerah, termasuk penguatan sektor peternakan dan pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan industri dalam menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan, efisien, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Banten.

Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia