Hampir setengah abad mempertahankan resep warisan sejak 1978, Ayam Betutu Men Tempeh menjadi salah satu kuliner ikonik Gilimanuk yang tetap menjaga cita rasa autentik Bali dari generasi ke generasi. 
Dulu, di terminal lama Gilimanuk, para penumpang yang baru turun dari kapal sering disambut oleh aroma memikat. Aroma ayam betutu dengan rempah khas Bali yang dimasak lambat, pekat, dan menggoda, datang dari barisan rumah makan kecil di kawasan tersebut. Salah satu kedai yang selalu ramai dan masih bertahan hingga kini adalah Men Tempeh. 
Sejak 1978, dapur Men Tempeh tak pernah berhenti mengolah ayam betutu, hidangan yang sudah lama menjadi buruan para pelintas Jawa-Bali. Hampir setengah abad berlalu, resepnya nyaris tak berubah, hingga diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. 
Ni Wayan Rarud, pemilik asli rumah makan ini mendapat julukan Men Tempeh (Bu Tampah) dari para sopir bus yang menjadi pelanggan tetapnya. Dalam bahasa Bali, men berarti ibu, sedangkan tempeh merujuk pada tampah, alat penampi beras yang bentuknya menyerupai wajah bulat Ni Wayan Rarud. Julukan itu kemudian melekat dan dikenal luas hingga menjadi nama besar seperti sekarang. Kini, usaha tersebut sudah dikelola generasi kedua, Putu Okta Damayanti, menantunya, yang tetap mempertahankan resep asli sang mertua.
Kelezatan ayam betutu Men Tempeh lahir dari proses memasak yang bertahap. Ayam kampung muda dibumbui bumbu Bali, direbus setengah matang, lalu didiamkan sejenak agar bumbu meresap. Campuran hidangan itu kemudian dimasak hingga empuk. Pengunjung bisa memilih tingkat kepedasan, dengan pilihan ayam betutu rebus atau goreng. Dalam sehari, rumah makan ini bisa menyajikan hingga 30-50 sajian. 
Penasaran seperti apa rasa autentik ayam betutu? Yuk, intip resep di bawah ini! Anggi
Resep Ayam Betutu Men Tempeh
Bahan Utama
  • 1 ekor ayam kampung muda (600–700 g)
  • 500 ml air
  • 2 sdm minyak
  • 1 sdt garam
Bumbu Bali
  • 5 bawang merah, 5 bawang putih, 3 kemiri
  • 2 cm jahe, 3 cm lengkuas, 2 cm kencur, 3 cm kunyit
  • 1 batang serai (memarkan)
  • ½ sdt ketumbar, ½ sdt lada putih, ½ sdt lada hitam
  • ½ butir pala, ½ sdt terasi, 1 lembar daun salam
  • ½ sdt garam, 1 sdt gula aren
Bahan Cabai
  • 15 cabai merah, 15 cabai rawit
Cara Membuat
  1. Bersihkan ayam, lumuri garam ke seluruh permukaan dan bagian rongga, diamkan 15 menit agar bumbu dasar meresap.
  2. Haluskan bumbu Bali (kecuali serai dan daun salam); cabai dihaluskan terpisah.
  3. Tumis bumbu dan cabai hingga harum, tambahkan serai, daun salam, garam, dan gula aren.
  4. Lumuri ayam dengan bumbu hingga rata, sisanya masukkan ke rongga ayam agar meresap sempurna.
  5. Rebus ayam bersama sisa bumbu dan air hingga setengah matang.
  6. Matikan api sejenak, biarkan panas dan bumbu terus bekerja hingga ke bagian dalam daging.
  7. Nyalakan kembali api, lanjutkan memasak hingga daging empuk (total sekitar satu jam).
  8. Angkat dan sajikan hangat bersama kuah serta bumbu yang meresap sempurna.