Kesehatan unggas yang baik merupakan kunci untuk mendukung performa optimal dalam seluruh aspek produksi. Melindungi kesejahteraan ternak, mengurangi dampak wabah penyakit, serta menjaga keamanan pangan melalui penerapan biosekuriti merupakan hal yang sangat penting dalam setiap kegiatan operasional peternakan.
Program biosekuriti yang kuat dimulai dari memastikan kandang dalam kondisi bersih sebelum DOC tiba. Sebelum masa pengosongan kandang, buatlah rencana pembersihan yang terperinci. Saat kondisi kandang masih hangat, lakukan penyemprotan insektisida yang sesuai. Pastikan alat pelindung diri (APD) selalu digunakan selama proses berlangsung. Selanjutnya, bersihkan seluruh debu dan sarang laba-laba dari peralatan maupun bagian dalam kandang. Semprot bagian dalam kandang menggunakan desinfektan untuk membasahi debu. Tutup seluruh tirai kandang, keluarkan semua peralatan yang dapat dipindahkan, dan angkat seluruh peralatan yang terpasang secara permanen. Keluarkan dan buang seluruh litter. Litter harus dipindahkan setidaknya sejauh 2 mil (3,2 km) dari area peternakan. Cuci kandang yang telah dikosongkan menggunakan deterjen, kemudian bilas dengan air panas.
Kuras, bersihkan, dan bilas sistem air minum. Gunakan larutan klorin dengan konsentrasi kuat, yaitu 140 ppm selama 24 jam, untuk menghilangkan biofilm. Selanjutnya, isi sistem air dengan larutan asam ringan, seperti asam asetat, selama 24 jam untuk menghilangkan kerak, kemudian lakukan pembilasan. Kosongkan, cuci, dan desinfeksi seluruh peralatan pemberian pakan. Bersihkan bagian dalam seluruh silo atau bin pakan menggunakan sikat dan tutup semua celah atau bukaan. Jika memungkinkan, lakukan fumigasi pada sistem pemberian pakan.
Agar bahan kimia dapat bekerja secara efektif, seluruh permukaan harus terbebas dari kotoran dan bahan organik. Setelah kandang benar-benar kering, aplikasikan desinfektan yang telah disetujui penggunaannya. Penggunaan desinfektan pada permukaan yang masih basah dapat menyebabkan pengenceran sehingga efektivitasnya berkurang.
Sebagian besar desinfektan tidak efektif terhadap ookista koksidia. Jika fumigasi formalin diperbolehkan, proses tersebut sebaiknya dilakukan segera setelah desinfeksi, ketika permukaan kandang masih dalam kondisi lembap. Tutup rapat kandang dan cegah siapa pun untuk masuk selama minimal 24 jam. Lakukan ventilasi sebelum kandang kembali dimasuki.
Fumigasi perlu diulangi setelah litter baru ditebar. Aplikasikan kembali insektisida sebelum flok berikutnya ditempatkan.
Program biosekuriti harus:
  • Kuat dan menyeluruh
  • Wajib diterapkan
  • Praktis
  • Efektif dari sisi biaya
  • Menjadi bagian dari pelatihan karyawan
  • Didukung dengan anggaran yang memadai
  • Ditinjau secara berkala
Area di luar kandang juga harus dicuci dan didesinfeksi. Berikan perhatian khusus pada area dengan penumpukan debu atau lalu lintas yang tinggi, seperti di bawah kipas, di bawah bin pakan, jalur lalu lintas, pintu, dan talang air. Kandang sebaiknya dikelilingi area beton atau kerikil sebagai apron. Minimal, singkirkan seluruh vegetasi di sekitar kandang. Pastikan area tersebut bebas dari peralatan maupun mesin.
Sebelum unggas ditempatkan, kandang sebaiknya diuji terhadap Salmonella dan jumlah total bakteri. Apabila hasil pengujian melebihi ambang batas yang telah ditentukan atau Salmonella terdeteksi, kandang harus dibersihkan kembali dan, jika diperlukan, dilakukan fumigasi.
Praktik terbaik adalah menerapkan program negative release, yaitu flok baru hanya boleh ditempatkan apabila hasil pengujian telah memenuhi kriteria yang ditetapkan. Pemantauan jumlah mikroorganisme secara berkala dari waktu ke waktu dapat membantu meningkatkan standar kebersihan kandang.
Kualitas air juga harus dipantau setidaknya satu kali dalam setahun. Targetnya adalah tidak ditemukan koloni koliform dalam sistem air minum. Jika klorin digunakan untuk mendesinfeksi sistem air, target kadar klorin bebas di ujung saluran (end of line) adalah 3–5 ppm.  Terdapat berbagai metode pengolahan air lainnya yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Pembilasan sistem air secara berkala juga dianjurkan untuk mencegah penumpukan biofilm. Jika ditemukan bahan organik dalam air hasil pembilasan, program sanitasi air perlu dievaluasi dan disesuaikan.
Manusia, pakaian, serta peralatan yang dibawa ke dalam peternakan (fomites) merupakan sumber utama penyebaran patogen. Area peternakan sebaiknya dipagari untuk mencegah akses pihak yang tidak berkepentingan. Setiap orang yang memasuki area peternakan wajib mengisi buku tamu atau log kunjungan. Idealnya, setiap orang yang memasuki peternakan harus mandi terlebih dahulu. Namun, minimal setiap orang wajib berganti pakaian dan alas kaki yang bersih. Batasi peralatan yang dibawa masuk ke peternakan, termasuk telepon seluler dan kotak makan. Seluruh peralatan harus dibersihkan dan didesinfeksi sebelum diperbolehkan masuk ke area peternakan. Gunakan alas kaki khusus untuk setiap kandang atau setidaknya lakukan desinfeksi alas kaki sebelum berpindah dari satu kandang ke kandang lainnya. Tangan harus dicuci atau didesinfeksi sebelum memasuki area unggas. Kunjungan ke flok atau kandang sebaiknya dilakukan secara berurutan, mulai dari flok termuda hingga flok tertua.
Burung liar, serangga, dan hewan lainnya dapat membawa berbagai penyakit. Oleh karena itu, upayakan agar lingkungan peternakan tidak menarik bagi hewan-hewan tersebut. Segera bersihkan setiap pakan yang tercecer dan simpan seluruh pakan serta litter di dalam ruangan. Jangan meninggalkan mesin atau peralatan di luar kandang. Singkirkan seluruh sampah dan material limbah. Pastikan jaring pengaman burung dan kasa antiserangga selalu dalam kondisi baik. Cegah burung liar agar tidak bertengger atau bersarang di bangunan peternakan. Pastikan program pengendalian tikus berjalan secara efektif. Tutup seluruh sumber air terbuka untuk mencegah burung, reptil, maupun amfibi mendekatinya.
Jika memungkinkan, terapkan sistem “all-in/all-out” di peternakan. Adanya periode kosong (downtime) di antara flok dapat mengurangi risiko penularan penyakit. Targetkan minimal 7 hari masa kosong di antara flok. Namun, peternakan yang sebelumnya memiliki masalah kesehatan harus menerapkan masa kosong yang lebih panjang, disertai dengan tindakan higiene tambahan yang lebih spesifik.
Biosekuriti bukan satu-satunya pertahanan yang kita miliki terhadap penyakit, tetapi biosekuriti merupakan lini pertahanan pertama. Pembersihan dan desinfeksi kandang secara menyeluruh, yang dilanjutkan dengan penerapan prosedur dasar dan tepat selama masa pemeliharaan flok, akan membantu melindungi kesehatan unggas sekaligus mempertahankan performa produksi.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Info Centre di www.aviagen.com atau pindai kode QR.