POULTRYINDONESIA, Jakarta – Di tengah tingginya produksi ayam broiler, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperketat pengawalan terhadap langkah-langkah penyeimbangan pasar perunggasan nasional. Selain mendorong pelaku usaha menyerap ayam hidup (livebird) langsung dari peternak, pemerintah juga menekan produksi day old chicken (DOC) final stock (FS) broiler, sebagai upaya menyehatkan rantai usaha perunggasan dari hulu sampai hilir.
Komitmen ini kembali ditegaskan dalam rapat koordinasi di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Selasa (23/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pengawalan atas dua surat edaran yang sebelumnya diterbitkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan pada 9 Juni 2026, yakni Surat Nomor B-200/PK.230/F.2/06/2026 tentang Himbauan Penyerapan Livebird di Tingkat Peternak dan Pengendalian Produksi DOC FS Broiler, serta Surat Nomor B-203/PK.230/F.2/06/2026 tentang Himbauan Stabilisasi Harga dan Penyerapan Livebird.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Hary Suhada, menegaskan bahwa pihaknya tidak berhenti pada penerbitan imbauan, melainkan terus mengevaluasi pelaksanaannya di lapangan agar benar-benar berdampak pada perbaikan kondisi industri perunggasan.
Suara senada datang dari kalangan pembibit unggas. Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Achmad Dawami, menilai bahwa penyeimbangan pasar tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja, melainkan butuh gerak bersama seluruh pelaku industri. Ia menyebut surat himbauan pemerintah bukan sekadar aturan soal penyerapan livebird, pengendalian DOC, atau kapasitas pemotongan di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), melainkan juga sinyal bahwa penyesuaian bersama sudah menjadi kebutuhan mendesak.
“Cepat atau lambat pasar akan menemukan titik keseimbangannya sendiri. Namun, perusahaan yang mampu bertahan dan berkembang justru adalah mereka yang berani melakukan penyesuaian lebih dini, sebelum keseimbangan pasar itu benar-benar tercapai secara alami”.
Komitmen ini bukan sekadar wacana. PT Intertama Trikencana Bersinar menjadi salah satu contoh perusahaan yang sudah menjalankan langkah konkret. Perwakilan perusahaan, Sigit Prabowo, mengungkapkan bahwa penyerapan livebird dari peternak sudah dilakukan sejak 10 Juni 2026, dengan realisasi yang dilaporkan secara berkala kepada Kementan setiap hari Senin.
Selain itu, ITB juga telah melaksanakan afkir dini Parent Stock (PS) secara mandiri terhadap 104.629 ekor ayam pada rataan umur 54–57 minggu, sebagai bagian dari pengendalian produksi dari sisi hulu. Sigit menyebut penyerapan livebird, afkir dini PS, dan pengurangan produksi DOC broiler di hatchery merupakan satu paket upaya pembibit untuk menstabilkan produksi sekaligus mendukung perbaikan harga livebird di tingkat peternak.