POULTRYINDONESIA, Jakarta – Rangkaian kegiatan Charoen Pokphand Best Student Appreciation (CPBSA) Batch 7 terus berlanjut. Pada Senin (20/7), para awardee mengikuti Project Discussion sebagai forum evaluasi perkembangan proyek yang tengah mereka kerjakan selama menjalani program magang di berbagai unit bisnis PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian CPBSA untuk memastikan setiap proyek berjalan sesuai target sekaligus memberikan ruang diskusi antara peserta dengan mentor dan reviewer.
Program CPBSA sendiri diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang telah lolos melalui proses seleksi. Sejak awal Juli, para awardee ditempatkan di berbagai plant dan unit usaha Charoen Pokphand Indonesia, mulai dari feedmill, breeding, farm, food processing, nutrition, hingga unit bisnis lainnya. Selama masa magang, setiap peserta ditugaskan menyelesaikan sebuah proyek yang berfokus pada penyelesaian permasalahan nyata maupun pengembangan inovasi di unit kerja masing-masing.
Dalam sesi diskusi, para peserta mempresentasikan perkembangan proyek, capaian yang telah diperoleh, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta rencana tindak lanjut hingga proyek selesai. Salah satu awardee yang menjalani magang di wilayah Sulawesi Selatan memaparkan progres penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan peternak ayam petelur dalam menggunakan pakan komplit probiotik. Memasuki minggu ketiga, pengumpulan data responden telah berjalan dengan dukungan tim Marketing dan Technical Service (TS) yang membantu proses pendampingan di lapangan.
Sementara itu, awardee lain yang ditempatkan di CP Food Division Salatiga mempresentasikan hasil awal proyek mengenai evaluasi potensi quality loss akibat dwelling time pada proses produksi sosis. Penelitian tersebut mengkaji pengaruh waktu tunggu terhadap kualitas produk melalui pengujian suhu, kadar air, pH, dan uji sensori sebagai dasar evaluasi proses produksi.
Selama sesi berlangsung, para mentor dan reviewer memberikan berbagai masukan konstruktif untuk memperkuat metodologi penelitian, mulai dari teknik analisis data, validasi statistik, hingga penyusunan rekomendasi yang dapat diimplementasikan oleh perusahaan. Peserta juga didorong untuk tidak hanya menghasilkan kesimpulan akademis, tetapi mampu menerjemahkan hasil penelitian menjadi strategi maupun rekomendasi yang memberikan nilai tambah bagi unit bisnis tempat mereka menjalani magang.
Melalui kegiatan CPBSA ini, PT Charoen Pokphand Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun talenta muda melalui pengalaman belajar langsung di dunia industri. Pendampingan intensif dari para mentor diharapkan mampu membekali awardee dengan kemampuan analitis, problem solving, komunikasi profesional, serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai operasional industri peternakan dan pangan terintegrasi.
Project Discussion menjadi salah satu tahapan penting sebelum para peserta menyelesaikan proyek magang dan mempresentasikan hasil akhirnya sebagai bagian dari rangkaian Program CPBSA Batch 7, yang dirancang untuk mencetak calon pemimpin muda agribisnis Indonesia yang siap memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri. Bella
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia