POULTRYINDONESIA, Jakarta – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp2,95 triliun untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Kantor Pusat Perseroan, Jakarta, pada 20 Mei 2026.
Dalam rapat yang dihadiri pemegang saham mewakili 84,34 persen saham dengan hak suara sah tersebut, agenda penggunaan laba bersih menjadi salah satu poin utama yang mendapat persetujuan hampir mutlak dari para pemegang saham. Sebanyak 99,92 persen suara menyetujui usulan pembagian dividen perseroan.
Berdasarkan keputusan RUPST, CPIN akan membagikan dividen tunai sebesar Rp180 per saham atau setara 52,30 persen dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2025. Total nilai dividen yang dikucurkan mencapai Rp2.951.640.000.000 untuk seluruh 16,398 miliar saham yang beredar. Sisanya dibukukan sebagai laba ditahan guna mendukung keberlanjutan ekspansi dan operasional perusahaan.
Corporate Secretary CPIN, Hadijanto Kartika, menjelaskan bahwa pembagian dividen tersebut berasal langsung dari laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada investor yang terus memberikan kepercayaan terhadap kinerja CPIN di tengah dinamika industri unggas nasional.
Manajemen juga memastikan bahwa pembagian dividen dalam jumlah besar ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan perusahaan. Fundamental bisnis perseroan dinilai masih sangat kuat, tercermin dari saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya yang mencapai Rp33,96 triliun serta total ekuitas sebesar Rp34,15 triliun.
Investor dijadwalkan mulai memperoleh hak dividen setelah tanggal cum dividen pasar reguler dan negosiasi pada 2 Juni 2026. Selanjutnya, ex dividen berlangsung pada 3 Juni 2026, recording date pada 4 Juni 2026, dan pembayaran dividen dijadwalkan dilakukan pada 12 Juni 2026.
Dengan harga saham CPIN yang berada di kisaran Rp4.200 per saham, dividend yield perseroan diperkirakan mencapai sekitar 4 persen. Angka tersebut dinilai cukup kompetitif di tengah kondisi pasar modal yang masih dibayangi ketidakpastian global.
Pembagian dividen besar ini tidak terlepas dari performa bisnis CPIN yang melonjak sepanjang 2025. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sekitar Rp5,6 triliun atau tumbuh sekitar 52 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp3,7 triliun.
Dari sisi topline, penjualan bersih perusahaan juga meningkat 4,78 persen secara tahunan menjadi Rp70,70 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penguatan beberapa lini usaha utama perusahaan, terutama segmen pakan ternak yang tumbuh 27,6 persen serta penjualan DOC yang meningkat hingga 38 persen.
Selain peningkatan volume penjualan, keberhasilan perusahaan menjaga efisiensi operasional dan memperbaiki margin laba bersih turut menjadi faktor penting yang menopang lonjakan profitabilitas CPIN sepanjang tahun lalu.
Momentum positif itu bahkan berlanjut memasuki awal 2026. Pada kuartal I-2026, CPIN kembali mencatat laba bersih sebesar Rp2,58 triliun atau naik sekitar 67,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan pada periode tersebut tercatat mencapai Rp19,95 triliun dengan margin laba bersih menyentuh 12,9 persen.
Tak hanya membahas pembagian laba, RUPST CPIN juga menyetujui sejumlah agenda strategis lainnya, termasuk pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025 yang memperoleh opini audit tanpa modifikasian dari Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja.
Selain itu, pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan guna menyesuaikan dengan Peraturan Badan Pusat Statistik No. 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Perubahan tersebut ditegaskan tidak mengubah kegiatan usaha utama perseroan.