POULTRYINDONESIA, Jakarta – Ajang pameran dan forum industri peternakan terbesar di Indonesia, Indo Livestock 2026 Expo & Forum, menargetkan kehadiran 20 ribu pengunjung selama penyelenggaraan pada 16–18 Juni 2026 di NICE PIK 2, Tangerang. Tahun ini, acara tersebut akan diikuti sekitar 600 peserta dari 30 negara dengan tujuh paviliun negara yang berpartisipasi.
Menjelang pelaksanaan pameran, PT Napindo Media Ashatama (Napindo) menggelar Press Reception pada Rabu (10/6/2026) di Restoran Aruma, Jakarta. Dalam kegiatan ini, Napindo memaparkan kesiapannya sekaligus menyampaikan susunan acara yang akan dilakukan pada pameran mendatang.
Project Director PT Napindo Media Ashatama, Lisa Rusli, menjelaskan bahwa tujuh paviliun negara tersebut berasal dari China, Eropa, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, dan Indonesia. Pameran akan menempati area seluas 22 ribu meter persegi di Gedung B NICE PIK 2. Target pengunjung tahun ini meningkat dibanding penyelenggaraan sebelumnya yang berhasil menghadirkan hampir 19 ribu pengunjung dari 52 negara pada 2024.
Selain pameran teknologi peternakan, pakan ternak, kesehatan hewan, perikanan, dan agribisnis, Indo Livestock 2026 juga menghadirkan sejumlah program baru. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Indo Livestock Grand Championship (ILGC), kompetisi ternak yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di dalam ruangan. Kegiatan ini akan menampilkan kontes ternak domba serta lomba ketangkasan domba yang selama ini identik dengan arena terbuka.
Program baru lainnya adalah Youth Farmers Day yang ditujukan untuk menarik minat generasi muda terhadap sektor peternakan. Selain itu, setiap hari penyelenggaraan juga akan diisi kegiatan live cooking yang menyajikan berbagai menu berbahan dasar ikan dan seafood bagi para pengunjung.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyebut Indo Livestock sebagai sarana diplomasi ekonomi subsektor peternakan Indonesia di tingkat global. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah yang bisa mempertemukan peternak, industri, akademisi, asosiasi profesi, pemerintah, hingga mitra internasional.
“Melalui kegiatan ini kita juga mendorong investasi, transfer teknologi, dan membuka peluang ekspor baru bagi komoditas peternakan Indonesia,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Kementerian Pertanian akan menghadirkan Paviliun Ekspor yang menampilkan berbagai komoditas peternakan dan kesehatan hewan yang telah berhasil menembus pasar internasional. Pemerintah juga akan memfasilitasi pelaku usaha yang ingin memperluas pasar ekspor ke negara-negara tujuan baru.
“Indonesia saat ini telah mencapai swasembada bahkan surplus produksi daging ayam dan telur sehingga peluang ekspor terus diperluas. Beberapa komoditas yang tengah didorong antara lain DOC final stock (DOC FS), produk olahan ayam, obat hewan, serta berbagai produk kesehatan hewan. Negara tujuan yang sedang dijajaki di antaranya Vietnam, Malaysia, Inggris, China, hingga Rusia”.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Indo Livestock 2026 juga datang dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Ketua Umum PDHI, Munawaroh, menilai forum ini sangat strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, organisasi profesi, dan media dalam menghadapi berbagai tantangan global seperti penyakit hewan menular, resistensi antimikroba (AMR), ketahanan pangan, serta perubahan iklim.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting untuk memperkuat sistem kesehatan hewan nasional, menjamin keamanan pangan asal hewan, serta mendukung keberlanjutan sektor agribisnis Indonesia,” jelasnya.
Selain pameran, Indo Livestock 2026 juga akan menghadirkan berbagai seminar dan forum diskusi yang membahas inovasi teknologi, kesehatan hewan, keamanan pangan, hingga isu-isu strategis seperti konsep One Health dan pengendalian penyakit hewan.
Dengan dukungan 50 mitra kegiatan yang terdiri atas kementerian dan lembaga pemerintah, asosiasi, universitas, serta media nasional dan internasional, penyelenggara optimistis Indo Livestock 2026 akan menjadi salah satu ajang industri peternakan terbesar di kawasan Asia Tenggara sekaligus mendorong peningkatan investasi dan ekspor produk peternakan Indonesia.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia