POULTRYINDONESIA, Jakarta – Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) menyelenggarakan kegiatan Halal Bi Halal yang berlangsung di Aloft South Hotel Jakarta, TB Simatupang, rabu (15/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar pelaku industri sekaligus memperkuat konsolidasi dalam menghadapi dinamika sektor perunggasan nasional.
Acara dihadiri oleh para anggota GPPU, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan terkait. Selain sebagai ajang saling memaafkan dalam suasana Idulfitri, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi strategis mengenai perkembangan industri terkini.
Dalam sambutannya, Ketua Umum GPPU, Achmad Dawami, menekankan bahwa Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk memperbaiki hubungan dan memperkuat nilai kebersamaan.
Ia menjelaskan bahwa makna Idulfitri mencerminkan kembalinya manusia pada nilai kebenaran dan kebaikan. Filosofi ketupat dalam tradisi Jawa juga diangkat sebagai simbol refleksi diri, yang mencakup pengakuan kesalahan, keterbukaan dalam memaafkan, serta semangat berbagi dan membersihkan hati.
“Momentum ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk saling memaafkan dan memulai kembali dengan semangat yang lebih baik, baik dalam hubungan personal maupun profesional,” ujarnya.
Soroti Dinamika dan Proyeksi Industri Perunggasan
Dalam kesempatan tersebut, GPPU juga memaparkan perkembangan terbaru industri perunggasan nasional. Beberapa isu strategis yang disampaikan antara lain fluktuasi harga Day Old Chick (DOC), tantangan dalam menjaga stabilitas pasar, serta pentingnya perencanaan usaha yang matang.
Achmad Dawami, menyampaikan bahwa kondisi industri pada tahun 2026 diproyeksikan menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal.
Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil saat ini akan berdampak pada kondisi industri ke depan, sehingga dibutuhkan sinergi dan kesadaran bersama antar pelaku usaha.
Persiapan Kongres GPPU 2026
Dalam kegiatan ini turut disampaikan rencana pelaksanaan Kongres GPPU yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Kongres tersebut akan menjadi forum penting untuk menyerap aspirasi anggota, merumuskan kebijakan organisasi, serta memperkuat arah pengembangan industri ke depan.
Seluruh anggota diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menyampaikan masukan dan gagasan konstruktif sebagai bagian dari upaya bersama membangun industri yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan Halal Bi Halal ini, GPPU menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dan solidaritas antar pelaku industri perunggasan. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Idulfitri, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat menghadapi tantangan dengan lebih solid dan optimis. Bella
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia