Dok. Tribun Mataraman
POULTRYINDONESIA, Blitar – Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Timur VIII menegaskan komitmennya untuk memperluas peran dokter hewan dalam sistem peternakan terintegrasi. Tidak hanya sebagai tenaga medis hewan, tetapi juga sebagai konsultan teknis produksi.
Hal tersebut mengemuka dalam pelantikan pengurus dan sosialisasi program PDHI Jawa Timur VIII yang digelar di Hotel Santika Blitar, Rabu (15/4).
Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, menegaskan bahwa dokter hewan memegang posisi strategis dalam menjaga kelangsungan rantai produksi peternakan yang sehat, produktif, dan aman dikonsumsi.
“Dokter hewan harus hadir sebagai pengawal di setiap tahapan, bukan hanya saat terjadi masalah. Justru yang lebih penting adalah memastikan potensi risiko bisa ditekan sejak awal,” tegas Mas Beky, sapaan akrabnya.
Mengingat Kabupaten Blitar merupakan salah satu sentra perunggasan utama Jawa Timur, menurutnya, dibutuhkan sistem pengawasan kesehatan hewan yang kuat demi menjaga stabilitas produksi dari ancaman wabah penyakit.
Di sisi lain, Mas Beky menyoroti pentingnya pengendalian penggunaan obat-obatan dalam praktik budi daya, termasuk antibiotik, yang bila tidak dikelola dengan baik berpotensi berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dalam jangka panjang. Ia juga mendorong pengembangan layanan veteriner yang lebih mudah diakses peternak di tingkat lokal, sebagai bagian dari penguatan infrastruktur kesehatan hewan di daerah.
Senada dengan itu, Ketua PDHI Cabang Jawa Timur VIII, Riris Dian Wiwahyu, menyatakan kesiapan organisasinya untuk memperkuat pendampingan teknis kepada peternak. Fokus utama mencakup biosekuriti, manajemen pakan, serta pengendalian penyakit berbasis lapangan.
Ia menekankan bahwa tuntutan industri perunggasan ke depan mengharuskan dokter hewan hadir bukan sekadar sebagai penyembuh ternak, melainkan sebagai mitra strategis yang turut mendorong efisiensi dan kualitas hasil produksi.
“Pendekatan kami sekarang lebih komprehensif, mulai dari pencegahan penyakit, pengelolaan produksi, hingga edukasi peternak agar lebih adaptif terhadap perubahan,” ungkap Riris.
Melalui sinergi yang dibangun antara PDHI dan pemerintah Kabupaten Blitar, sektor peternakan di wilayah ini diharapkan tidak hanya unggul secara volume produksi, tetapi juga mampu memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan yang semakin ketat, sekaligus memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional.