Banyak orang masih percaya bahwa pencahayaan selama 24 jam dapat memaksimalkan performa ayam broiler. Namun, program pencahayaan terus-menerus atau hampir terus-menerus (hanya satu jam gelap) selama masa pemeliharaan ternyata tidak mampu memaksimalkan pertumbuhan maupun performa FCR (Feed Conversion Ratio), bahkan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan ayam broiler.
Program pencahayaan yang tepat dapat mengoptimalkan hasil ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan ayam broiler. Periode terang dan gelap yang teratur menciptakan rutinitas alami bagi ayam sehingga mereka dapat mengalami pola pertumbuhan, perkembangan, dan perilaku alami, termasuk tidur.
Komponen utama dalam program pencahayaan meliputi lama waktu terang, lama waktu gelap, warna (panjang gelombang) cahaya  dan Intensitas cahaya 
Program pencahayaan yang lebih sederhana umumnya lebih mudah diterapkan dan memberikan hasil yang lebih konsisten. Program “terbaik” untuk setiap flok dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
  • Usia saat program diterapkan
    Penerapan program sejak dini cenderung memberikan manfaat terbesar terhadap kesehatan ayam. 
  • Usia panen
    Ayam yang dipanen pada usia lebih tua cenderung mendapat manfaat lebih besar dari periode gelap yang lebih lama. 
  • Laju pertumbuhan
    Dampak program pencahayaan akan lebih besar pada ayam dengan pertumbuhan cepat. 
  • Ketersediaan dan manajemen peralatan
    Periode gelap yang lebih panjang dapat membuat ayam lebih agresif makan dan minum saat lampu dinyalakan kembali, sehingga menyebabkan penumpukan di tempat pakan dan minum. 
Tabel 2. Contoh Program Pencahayaan untuk Broiler dengan Target Bobot ±2 kg
Hari
Jam Terang
Jam Gelap
Intensitas Cahaya (lux)
0
23
1
30–40 lux (brooding seluruh kandang) / 80–100 lux (spot brooding)
1
23
1
30–40 lux
2
23
1
30–40 lux
3
23
1
30–40 lux
4
22
2
30–40 lux
5
21
3
30–40 lux
6
20
4
30–40 lux
7
19
5
20–30 lux
8
19
5
10–20 lux
9
19
5
5–10 lux
19
5
5–10 lux
H-4 panen
19
5
5–10 lux
H-3 panen
20
4
5–10 lux
H-2 panen
21
3
5–10 lux
H-1 panen
22
2
5–10 lux
Hari panen
23
1
Semua peraturan lokal terkait periode gelap dan intensitas cahaya harus dipatuhi dan menjadi prioritas dibandingkan saran yang diberikan di sini. Periode gelap harus memiliki intensitas cahaya kurang dari 0,4 lux. Untuk mengujinya, berdirilah di dalam kandang saat lampu dimatikan. Jika masih terlihat adanya kebocoran cahaya, maka hal tersebut harus segera diperbaiki.
Perubahan program pencahayaan sebaiknya dilakukan secara bertahap selama 2–3 hari agar ayam dapat beradaptasi. Perubahan mendadak pada durasi cahaya dapat menyebabkan penurunan konsumsi pakan dan air secara tiba-tiba sehingga menghambat pertumbuhan dan kesehatan ayam. Penggunaan program “senja/fajar” (dusk/dawn), di mana lampu dinyalakan secara perlahan, membantu ayam bangun dan mulai makan secara bertahap sehingga tidak membebani sistem pemberian pakan dan minum. Pengaturan waktu gelap yang berbeda antar kandang juga dapat membantu mencegah sistem air minum peternakan kewalahan saat lampu menyala kembali.
Penggunaan program pencahayaan intermiten, yaitu periode gelap dibagi menjadi dua atau lebih bagian, dapat meningkatkan laju pertumbuhan. Program seperti ini sebaiknya dibuat sederhana agar mudah diterapkan. Disarankan terdapat periode gelap minimal 4 jam dalam setiap 24 jam, dan seluruh peraturan lokal tetap harus dipatuhi.
Ayam memiliki kemampuan melihat spektrum cahaya yang berbeda dibanding manusia, serta memiliki reseptor cahaya baik di mata maupun di otak. Ayam dapat melihat lebih baik pada spektrum ultraviolet, sehingga satuan gallilux lebih tepat digunakan dibanding lux untuk mengukur intensitas cahaya pada ayam. Sebagian besar alat ukur cahaya pertanian memiliki panduan konversi antar satuan tersebut, atau dapat menggunakan alat khusus pengukur gallilux. Perlu diketahui bahwa lux meter standar kurang akurat untuk mengukur lampu LED karena tingginya kandungan cahaya biru pada LED. Oleh karena itu, lux meter khusus LED sebaiknya digunakan untuk hasil yang lebih akurat.
Intensitas cahaya harus tersebar merata di seluruh kandang untuk menghindari penumpukan ayam pada area tertentu. Perbedaan intensitas antara bagian paling terang dan paling gelap di kandang sebaiknya tidak lebih dari 30%. Pastikan posisi lampu merata, semua lampu memiliki spesifikasi yang sama, dan lampu yang rusak segera diganti.
Tingkat kehangatan atau temperatur warna lampu diukur dalam Kelvin (K). Ayam yang lebih kecil cenderung memiliki performa lebih baik pada warna cahaya dingin, sedangkan ayam yang lebih besar membutuhkan warna yang lebih hangat. Untuk flok dengan target bobot kurang dari 2 kg, direkomendasikan cahaya 5.000–6.000 K, sedangkan untuk ayam di atas 2 kg disarankan 3.500–4.500 K.
Belum banyak bukti yang jelas mengenai pengaruh warna cahaya terhadap performa broiler. Namun, dengan semakin banyaknya penggunaan lampu LED, pengaturan warna kini menjadi lebih mudah. Panjang gelombang biru atau hijau (450–560 nm) cenderung membuat ayam lebih tenang, memperbaiki FCR, kesehatan kaki, dan tingkat kelangsungan hidup, sekaligus mengurangi ayam afkir. Sementara itu, spektrum merah (>620 nm) tampaknya dapat merangsang pertumbuhan broiler.
Jenis lampu yang digunakan tampaknya tidak terlalu memengaruhi performa ayam selama menghasilkan cahaya putih. Oleh karena itu, pemilihan lampu lebih banyak ditentukan oleh biaya dan ketersediaan. Ayam memiliki kemampuan tinggi untuk mendeteksi kedipan cahaya (flicker), yang dapat menyebabkan stres dan menurunkan perilaku normal ayam. Lampu fluoresen atau LED dengan frekuensi tinggi (>200 Hz) sebaiknya digunakan untuk menghindari flicker yang terdeteksi ayam. Lampu LED rumah tangga umumnya tidak cukup tahan terhadap kondisi kandang unggas sehingga sebaiknya dihindari.
Pada cuaca panas, jika kontrol lingkungan terbatas, periode gelap sebaiknya diatur pada malam hari untuk meningkatkan kenyamanan ayam. Penelitian dari Aviagen menunjukkan bahwa setiap ayam broiler hanya menghabiskan sekitar 90 menit per hari untuk makan dan minum. Bahkan dengan periode terang yang relatif singkat, selama tersedia peralatan makan dan minum yang memadai, semua ayam tetap memiliki cukup waktu untuk makan dan minum.
Penggunaan program pencahayaan merupakan cara yang sederhana dan murah untuk meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan performa ayam broiler. Informasi lebih lanjut mengenai pencahayaan broiler dapat diperoleh melalui Aviagen Info Center.