Ternyata, manajemen pencahayaan bukan hanya sekedar penerangan kandang, tetapi bisa menjadi suatu faktor untuk mencapai performa maksimal
Di tengah perkembangan industri layer yang semakin efisien dan produktif, manajemen pencahayaan menjadi salah satu aspek yang juga perlu dipikirkan. Selama ini banyak peternak lebih fokus pada kualitas pakan, genetik, maupun program kesehatan, padahal pencahayaan memiliki peran yang sama pentingnya dalam mendukung performa ayam petelur. Cahaya tidak hanya membantu ayam melihat lingkungan sekitarnya, tetapi juga berfungsi sebagai sinyal biologis yang mengatur berbagai proses fisiologis di dalam tubuh.
Hal tersebut disampaikan Anne Lin selaku Foreign Sales Xiamen Good Light Technology Co., Ltd. saat ditemui di Indo Livestock pada Kamis, (18/6). Dirinya menjelaskan bahwa cahaya merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas unggas. Menurutnya, pemilihan warna cahaya, intensitas, serta durasi penyinaran dapat memberikan dampak berbeda terhadap kondisi fisiologis ayam.
“Cahaya tidak hanya berfungsi untuk menerangi kandang. Spektrum cahaya tertentu dapat mempengaruhi perilaku, pertumbuhan, dan performa reproduksi unggas,” ujar Anne Lin.
Pernyataan tersebut sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa ayam memiliki sensitivitas tinggi terhadap cahaya. Berbeda dengan manusia yang mengandalkan mata sebagai organ utama penglihatan, ayam memiliki kemampuan menerima rangsangan cahaya tidak hanya melalui mata tetapi juga melalui reseptor yang terhubung dengan sistem saraf dan hormonal. Ketika cahaya diterima tubuh, sinyal tersebut akan diteruskan ke hipotalamus dan kelenjar pituitari yang berperan mengatur produksi hormon reproduksi.
“Pada ayam petelur, mekanisme tersebut sangat penting karena berkaitan langsung dengan perkembangan ovarium dan proses pembentukan telur. Cahaya yang sesuai akan merangsang pelepasan hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH), dua hormon utama yang berperan dalam perkembangan folikel telur”. 
Oleh karena itu, Anne menyampaikan bahwa penting untuk mengatur pencahayaan yang tepat dalam kandang layer, agar ayam mencapai kematangan seksual pada waktu yang ideal dan mempertahankan produksi telur secara optimal.
Strategi Manajemen Pencahayaan
Dalam manajemen layer, salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah fotoperiode atau lama waktu terang dan gelap yang diterima ayam dalam satu hari. Ayam merupakan hewan yang sangat responsif terhadap panjang hari. Ketika durasi cahaya bertambah, tubuh ayam akan menginterpretasikan kondisi tersebut sebagai lingkungan yang mendukung reproduksi sehingga aktivitas organ reproduksi meningkat.
“Sebaliknya, jika lama pencahayaan berkurang, tubuh ayam cenderung mengurangi aktivitas reproduksinya. Kondisi ini menjelaskan mengapa program pencahayaan menjadi salah satu instrumen penting untuk mengendalikan produksi telur,” jelasnya.
Pada fase starter dan grower, pencahayaan umumnya dibatasi untuk mencegah ayam mengalami kematangan seksual terlalu dini. Jika ayam mulai bertelur sebelum perkembangan tubuhnya optimal, ukuran telur cenderung lebih kecil dan performa produksi jangka panjang dapat terganggu. Setelah ayam memasuki fase pre-layer, durasi pencahayaan ditingkatkan secara bertahap untuk merangsang perkembangan organ reproduksi.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Tata Laksana pada majalah Poultry Indonesia edisi September 2026. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi September 2026, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group